Pendahuluan
Salah satu anugerah yang Allah
berikan kepada kita, umat manusia, adalah dengan adanya suatu fasilitas yang
dinamakan dengan sebutan pikiran [mind].
Kemampuan dan kebebasan kita menggunakan pikiran, menjadi salah satu hal yang
mampu membedakan kita dengan mahluk lainnya, baik tumbuhan, hewan atau jenis
mahluk lainnya yang ada di semesta ini. Tentunya kebebasan dalam menggunakan
fasilitas pikiran kita adalah kebebasan yang diberikan oleh Penciptanya, atau
dengan kata lain kebebasan yang ada batasnya.
Sebagai
suatu anugerah, pikiran tersebut diberikan sebagai fasilitas potensial yang
menuntut untuk digunakan atau diberdayakan. Penggunaan dan pemberdayaan pikiran
itu tentunya haruslah sesuai dengan kemampuan, tujuan, fungsi atau kegunaannya.
Sebuah fasilitas akan dapat kita peroleh manfaatnya apabila dipergunakan sesuai
dengan kapasitas dan kapabilitasnya, dan tentunya dengan memahami bagaimana fasilitas
itu dapat berfungsi dan bagaimana cara menjalankannya agar fasilitas atau
sesuatu itu dapat berfungsi dengan baik. Demikian pula dengan pikiran kita,
apabila kita mampu menggunakan dan memberdayakan sesuai dengan kapasitas,
kapabilitasnya dan cara penggunaannya, maka pikiran tersebut akan betul-betul
dapat kita rasakan manfaatnya sebagai anugerah luar biasa dari Allah.
Pikiran manusia memiliki
kemampuan yang luar biasa. Tumbuhan, hewan atau mahluk lainnya tidak memiliki
fasilitas pikiran seperti yang dimilki oleh manusia. Bila memang demikian, maka
dimana kelebihan dan kehebatan pikiran manusia tersebut?
Pikiran adalah Kekuatan
Pikiran adalah kekuatan. Kekuatan
untuk mengetahui, mengenal, membuat, merubah dan mewujudkan sesuatu dalam
kenyataan kehidupan kita. Apakah benar sampai demikian hebatnya kekuatan
pikiran kita itu?
Melalui kekuatan yang
dimilikinya, pikiran akan mengenal dan mengetahui sesuatu berdasarkan data yang
disimpan dalam ‘memory’ yang dimilikinya. Data yang dimiliki oleh
pikiran adalah bersumberkan dari informasi yang diperoleh dan dikumpulkannya
melalui indera yang dimiliki oleh manusia. Rentang waktu yang dilalui kehidupan
kita memberikan berbagai pengalaman, peristiwa, perlakuan dan kejadian-kejadian
yang semua itu akan tercerap, terekam dan tersimpan dalam pikiran sebagai data
kehidupan kita.
Segala sesuatu yang ada dimulai
dari pikiran. Pikiran kita memiliki kekuatan untuk merubah dan membuat sesuatu
menjadi ada dalam kenyataannya. Bukan hanya merubah atau membuat sesuatu dalam
bentuk benda tetapi juga sesuatu yang bersifat non benda atau berkaitan dengan
mental dan keadaan atau situasi tertentu. Melalui kekuatan pikiran, kita bisa
menghasilkan ilmu pengetahuan dan melahirkan tekhnologi. Banyak barang atau
alat yang tercipta, yang dengannya telah dapat membantu kehidupan kita menjadi
lebih baik dan maju.
Menyangkut mentalitas, pikiranpun
mampu membuat perubahan terhadap perilaku, sikap dan kebiasaan kita. Pikiran
mampu merubah dan mengganti kebiasaan buruk kita dengan kebiasaan yang lebih
baik. Pikiran mampu untuk membentuk satu sikap dan perilaku seorang individu.
Seorang pemabuk, misalnya, dapat berubah menjadi orang yang tidak mengkonsumsi
alcohol lagi, setelah dia melakukan perubahan dalam cara berfikirnya. Atau
seorang yang mengalami kegagalan dapat tampil menjadi sosok pribadi yang
sukses, karena mampu melakukan perubahan dalam cara berfikir dan melakukan
program ulang terhadap pikirannya.
Tentunya masih begitu banyak
manfaat dan kelebihan yang dimiliki oleh pikiran, maka pantas Allah menempatkan
pikiran sebagai satu anugerah khusus bagi kita, umat manusia yang diciptakan
sebagai mahluk dengan kedudukan yang sempurna. Sudahkah anda menyadari tentang
hal ini?
Bagian-bagian Pikiran
Pikiran kita adalah kekuatan
kita. Pikiran kita bila dicermati ternyata memiliki beberapa bagian, dalam arti
menyangkut fungsionalitas dan bukan materialitasnya. Pikiran manusia terbagi
dalam dua bagian besar, yaitu bagian yang dinamakan dengan pikiran sadar [conscious mind] dan bagian yang
dinamakan dengan pikiran bawah sadar [sub
conscious mind]. Masing-masing bagian pikiran tersebut mempunyai kekuatan
dan fungsinya masing-masing. Di antara pikiran sadar [conscious mind] dan pikiran bawah sadar [sub-conscious mind] ada bagian yang dinamakan dengan critical area.
Pikiran sadar [conscious mind] adalah bagian yang
bertanggung jawab dalam melakukan tanggapan, analisa dan penyimpulan terhadap
data dan informasi yang diterima. Pikiran sadar adalah pikiran yang logis, bekerja
berdasarkan pertimbangan rasional. Oleh karena itu pikiran sadar sering juga
dinamakan dengan pikiran rasional. Pikiran sadar menerima dan mengumpulkan data
dan informasi dari indera yang dimiliki manusia dan sebagai tempat penyimpanan
data sementara. Bila diumpamakan dengan computer, maka pikiran sadar adalah
bagian, memory sementara.
Disamping kemampuan menerima,
menyerap dan mengumpulkan data dan informasi, pikiran sadar juga memiliki
kemampuan dalam menyaring dan memilih data, informasi dan tanggapan yang akan
dilakukannya. Pikiran sadar adalah pikiran yang kita pergunakan secara nyata
dalam kehidupan sehari-hari, disaat bekerja, belajar atau dalam kegiatan
lainnya. Pikiran sadar berjalan dalam kendali kesadaran kita, maksudnya adalah
kesadaran kita memilki kendali dalam mengarahkan dan menggunakannya.
Pikiran bawah sadar [sub consciousmind] merupakan sisi lain
dari pikiran yang kita miliki. Dalam area ini [sub-conscious mind], terbagi dalam
modern memory area yaitu
bagian untuk menyimpan semua informasi, mulai dari dalam kandungan hingga lahir
dan sampai sekarang. Selanjutnya bagian kedua adalah dinamakan primitive memory area, merupakan tempat
menyimpan data yang bersifat pasif, termasuk informasi mengenai genetik, hasil
dari proses pembelajaran dan pengkondisian. Area ini hanya akan aktif bila
mendapat stimulus [rangsangan] yang spesifik.
Kekuatan Pikiran Bawah Sadar
Pikiran bawah sadar merupakan
bagian terbesar dari pikiran yang kita miliki, yaitu hampir 90% bagian dari pikiran
yang dimiliki dan sisanya 10% adalah pikiran sadar. Banyak ahli yang
mengibaratkan bahwa pikiran bawah sadar kita bagaikan fenomena gunung es,
dimana nampak yang muncul dipermukaan seperti kecil tetapi sesunguhnya dibawah
permukaan yang tidak nampak dalam penglihatan, adalah sangat besar. Permukaan
yang muncul dan nampak itu ibarat pikiran sadar, dan bagian yang tenggelam di
bawah permukaan dan tidak nampak itu diibaratkan sebagai pikiran bawah sadar.
Pikiran bawah sadar
bekerja dan berjalan dalam system yang tidak nampak nyata, tetapi hasil atau
akibat yang dimunculkannya adalah sebagai sesuatu yang nyata. Berbeda dengan
pikiran sadar dalam kemampuannya menyimpan data dan informasi, pikiran bawah
sadar memilki kemampuan untuk menerima dan menyimpan semua data dan informasi
yang diterima oleh indera yang disadari ataupun yang tidak disadari. Pikiran
bawah sadar mampu menerima dan menyimpan data dan informasi dari dalam diri,
atau bahkan dari lingkungan di luar diri manusia.
Segala pengalaman, dan peristiwa
masa lalu kita terserap dan disimpan dalam pikiran bawah sadar. Pikiran bawah
sadar kita dapat diibaratkan sebagai gudang penyimpanan data dan informasi yang
diterima, dialami atau diserap selama perjalanan hidup kita. Bila kembali
mengambil perumpamaan dengan computer, maka pikiran bawah sadar kita adalah
bagaikan REM-nya yang mempunyai kapasitas dan kemampuan menyimpan data melebihi
kemampuan yang dimilki pikiran sadar [REM].
Pikiran bawah sadar tidak
memiliki kemampuan memilih dan menilai terhadap data atau informasi yang
diterimanya. Semua informasi yang masuk akan ditanggapi dengan cara yang sama.
Pikiran bawah sadar tidak bisa membedakan informasi yang bersifat nyata atau
tidak, benar atau salah, sengaja atau tidak disengaja, hayalan atau kenyataan,
semua diterima sebagai sesuatu yang benar dan nyata. Karena pikiran bekerja
dalam memberikan respon atau tanggapannya berdasarkan informasi yang diterima,
maka demikian pula informasi yang diterima akan ditanggapi oleh pikiran bawah
sadar dengan cara yang sama tanpa kecuali. Pikiran bawah sadar tidak
memperdulikan apakah tanggapan atau responnya tersebut baik atau tidak,
menguntungkan atau merugikan atau apakah itu dikehendaki atau tidak.
Pikiran bawah sadar merupakan
bagian yang bertanggung jawab terhadap sebagian besar gerak perilaku kehidupan
kita. Badan kita dapat berfungsi karena adanya peranan besar dari pikiran bawah
sadar. Apabila pikiran sadar dapat beristirahat, sedangkan pikiran bawah sadar
tidak pernah dapat istirahat. Duapuluh empat jam dalam sehari terus bekerja,
tak henti-hentinya. Pernahkah anda membayangkannya?
Coba kita renungkan dan rasakan
detak jantung kita, aliran darah kita atau proses tumbuhnya rambut, gigi atau
kuku kita. Siapa yang mengatur respon ketika kita berkedip, menguap atau hal
lainnya. Pernahkah kita mencoba mencari tahu siapa yang bertanggung jawab untuk menjalankan semua itu? Ya, bagian yang
bertanggung jawab itu adalah pikiran bawah sadar kita [tentunya dengan kekuatan
dari Allah juga pada hakekatnya]. Pikiran bawah sadar kita yang mengatur detak
jantung, mengalirkan darah kita sampai ke arteri dan pembuluh vena, mengatur
pertumbuhan kuku, gigi dan rambut.
Pikiran bawah sadar-lah yang
mengatur bagaimana mata kita dapat berkedip dan menutup saat memberikan reaksi
manakala ada rangsangan atau sesuatu yang mendekati mata kita. Semua hal itu telah
terprogram dalam pikiran bawah sadar kita, dan tanpa harus diberi ‘komando’
atau dikoreksi terlebih dahulu, semuanya dapat berjalan dengan satu aturan yang
canggih. Sadarkah kita akan semua itu?
Tidaklah berlebihan bila para ahli mengatakan bahwa sebenarnya pikiran
bawah sadar kita bertanggung jawab terhadap 88% sikap dan perilaku yang kita
miliki, sedangkan 12% sisanya adalah bagian dari pikiran sadar. Tahukah anda
bahwa tulisan saya yang sedang anda baca sekarang ini akan terekam menjadi
informasi dan data dalam pikiran bawah sadar anda?
Pikiran bawah sadar dapat diumpamakan
sebagai juru masak di dapur pada sebuah rumah makan. Ketika kita memesan
makanan di sebuah rumah makan, kita tinggal duduk, pesan menu dan makanan yang
lezat sesuai pesanan akan tersaji di hadapan kita. Kita tidak pernah mau peduli
dari mana dan bagaimana proses pembuatan makanan pesanan kita, yang penting
kita pesan dan makanan tersaji untuk dinikmati. Tentu anda tidak perlu repot
untuk ikut memasak dan menyajikan pesanan tersebut. Dapur merupakan tempat
dimana proses ‘pesanan’ kita diolah dan ‘diwujudkan’ menjadi bentuk sajian makanan.
Dalam kehidupan kitapun demikian
adanya, pikiran bawah sadar adalah tempat dimana ‘pesanan’ diproses menjadi
‘kenyataan’. Tentu anda masih ingat, bahwa pikiran bisa merubah keinginan
menjadi kenyataan, dan pikiran bisa mewujudkan tujuan anda.
Memang sungguh luar biasa pikiran
kita, seperti ada yang mengatakan bahwa segala sesuatu dimulai dari pikiran.
Ya, memang benar itu. Sesuatu yang tadinya tidak ada bisa jadi ada, pikiran
memberikan daya kreatif sehingga mampu menggerakan tubuh kita dan melahirkan
karya. Kekuatan pikiran telah mengantarkan manusia mampu menembus angkasa,
menyelam lautan dan menerobos ke dalam bumi. Kekuatan pikiran yang dihasilkan
otak manusia telah menjadikan manusia sebagai mahluk unggul di alam semesta
ini.
Empowering Mind Power [Pemberdayaan Kekuatan Pikiran]
Pikiran manusia yang diwakili
otak dalam bentuk fisiknya, hanya memiliki berat kurang lebih 1500 gram,
walaupun secara fisik hanya merupakan bagian kecil organ dalam tubuh kita,
tetapi dengan kekuatan pikiran yang dimilikinya kita mampu untuk menjelajah
semesta dan merengkuh segala isinya. Kekuatan pikiran mampu menjangkau
segalanya, seakan tidak ada waktu dan ruang yang membatasinya. Tak terhalang
jarak, tak terbatas tempat dan tak terkurung waktu. Pikiran mampu menembus
relung-relung yang paling jauh, menelisik sisi-sisi yang paling kecil,
membawakan dan menyajikan fenomena dengan detail atau merangkum dan meramu
segala sesuatunya menjadi persembahan mahakarya canggih.
Kekuatan pikiran
tidak saja mampu merubah dan membuat sesuatu yang bersifat fisik tetapi juga
dengan segala hal yang bersifat mental atau kondisi tertentu. Demikian pula
dengan kekuatan yang dimiliki oleh pikiran bawah sadar kita. Seperti dalam
paparan terdahulu, bahwa pikiran bawah sadar kita mampu mempengaruhi dan membentuk
sebagian besar sikap dan perilaku kita. Kekuatan pikiran bawah sadar yang
demikian dipahami sebagai sebuah potensi kekuatan yang dapat diberdayakan untuk
membantu pencapaian dan perwujudan segala sesuatu yang kita inginkan dan kita
harapkan.
Pemberdayaan kekuatan pikiran,
khususnya pikiran bawah sadar dimaksudkan adalah upaya optimalisasi potensi
yang dimiliki pikiran untuk tujuan pencapaian keinginan dan harapan kita
menjadi kenyataan. Hal demikian didasari dengan kenyataan bahwa pikiran bawah sadar
merupakan kekuatan yang mendorong dan menjadikan sesuatu muncul dalam
kenyataannya. Banyak penelitian ilmiah modern yang telah membuktikan bagaimana
kekuatan pikiran bawah sadar mampu mempengaruhi dan mampu merubah cara pandang,
sikap, perilaku dan tindakan manusia. Perubahan sikap, perilaku dan tindakan
tersebut dapat diarahkan untuk pencapaian perwujudan dari keinginan atau
perubahan terhadap suatu keadaan.
Ilustrasi cerita berikut dapat
dijadikan contoh untuk menjelaskan bagaimana kekuatan pikiran mampu merubah dan
menentukan jalan hidup seseorang; ada
satu kisah tentang dua saudara kakak beradik yang terlahir secara kembar. Satu
orang tumbuh besar dan menjadi seorang yang kecanduan alcohol [pemabuk berat].
Tetapi secara bertolak belakang dengan kondisi saudara satunya itu, anak yang
satunya lagi dapat tumbuh dan besar menjadi seorang pengusaha yang sukses. Ketika si pemabuk ditanya kenapa dia menjadi
pecandu alcohol, dia hanya menjawab, “dulu ayah kami adalah seorang pemabuk”. Dan
ketika si pengusaha sukses ditanya bagaimana sampai dia bisa sukses, dia
menjawab sama seperti saudaranya juga, “dulu ayah kami seorang pemabuk”. Mereka
memiliki kesamaan latar belakang keluarga, memiliki pengalaman hidup yang
dilaluinya sama, masalah yang dibawa dalam kehidupannya juga sama, tetapi
mereka mimiliki perbedaan dalam pilihan hidupnya.
Kedua saudara tersebut memiliki
perbedaan pemikiran walaupun dilatarbelakangi oleh kesamaan pengalaman hidup
yang dialaminya. Salah seorang diantara
mereka menjadikan bahwa ayahnya yang pemabuk menjadi contoh bagi dirinya dan
menjadikan dirinya meniru seperti yang dilakukan oleh ayahnya, yaitu sebagai
pemabuk.
Tetapi lain halnya dengan anak
yang satunya lagi, walaupun memiliki pandangan yang sama tentang apa yang
mereka alami sebagai sesuatu yang tidak baik bahwa kenyataannya ayah mereka
adalah pemabuk, tetapi hal tersebut mampu mendorong dia untuk melakukan sesuatu
yang berlawanan dengan apa yang dialaminya, hingga dia mencapai sebuah
kesuksesan dalam hidupnya. Jadi, kenyataan ayahnya sebagai pemabuk disikapi
dengan cara yang berbeda. Dia melakukan program terhadap pikirannya.
Perbedaan cara memandang dan
hasil yang diperoleh oleh kedua saudara tersebut berbeda,walaupun latar
belakang dan kenyataan pengalamannya sama, adalah karena mereka memiliki ‘cara
berfikir’ yang berbeda. Yang satu memiliki cara berfikir negative sedangkan
yang satunya memiliki cara berfikir yang positif.
Cara berfikir menjadi latar
belakang dari munculnya sebuah kenyataan yang berbeda. Oleh karena itu, bagaimanapun
titik pandang kita terhadap sebuah situasi akan tercermin dalam apa yang
dilakukan atau dialami kita pada saat ini. Perilaku anda cerminan dari pikiran
anda!
Dalam istilah lain, bahwasannya
apa yang ada dalam pikiran kita akan dicerminkan dalam perilaku kita baik
secara seluruhnya ataupun hanya sebagian kecilnya. Ini adalah suatu bentuk dari
bagaimana proses cara berfikir yang kita lakukan akan membentuk bayangan dalam
pikiran kita.
Gambaran-gambaran atau bayangan
yang terbentuk dalam pikiran kita, dalam kenyataannya mampu mengendalikan
perasaan yang kita alami seperti kesedihan atau kegembiraan. Sebagian dari
perasaan yang muncul itu akan mendorong kita untuk melakukan suatu tindakan
atau perilaku yang sesuai dengan
perasaan kita tersebut. Dan pada akhirnya tindakan-tindakan atau perilaku
yang kita lakukan itu akan membuahkan hasil, apakah situasi yang menyenangkan
seperti kesuksesan atau situasi yang tidak menyenangkan seperti kegagalan. Jadi,
pikiran mempengaruhi perasaan, selanjutnya perasaan mendorong untuk munculnya tindakan yang pada akhirnya
akan memberikan akibat nyata berupa suatu kondisi yang dialami.
Bagaimanapun, pikiran yang pada
dasarnya termasuk didalamnya kegiatan berfikir, akan memberikan akibat berupa
refleksi dalam bentuk tindak nyata dan tindak atau perilaku tersebut akan
memberikan hasil berupa akibat tertentu pada kehidupan kita. Pikiran mampu
mempengaruhi perasaan, dan selanjutnya akan tercermin dalam tindakan. Oleh
karena itu berhati-hatilah dengan pikiran anda.
Demikianlah kekuatan pikiran
mampu membentuk cara pandang, sikap dan perilaku seseorang dan pada akhirnya
mampu membentuk kehidupan seseorang. Peran yang dilalukan oleh pikiran bawah
sadar adalah nyata, bagaimana data atau informasi berupa pengalaman yang
dialami akan membentuk bayangan yang dipantulkan dalam kenyataan. Kenyataan
bahwa kekuatan pikiran dan utamanya pikiran bawah sadar mampu merubah dan
membentuk kenyataan, maka bagaimana agar kekuatan pikiran bawah sadar tersebut
dapat membentuk atau mewujudkan sesuatu sesuai dengan keinginan kita,
mungkinkah?
Pikiran Anda adalah Kekuatan Anda
Sebelum melanjutkan
tulisan ini, saya ingin mengajukan satu pertanyaan ringan. Pernahkah anda
mendengar atau menonton tayangan kisah dalam pentas atau film tentang kehebatan
tokoh-tokoh seperti Superman, Spiderman atau tokoh local seperti Gatotkaca? Jawabannya, tentu pernah atau bahkan
sering. Selanjutnya, tahukah anda apa sebenarnya yang membedakan antara mereka
dengan kita dan apa yang pada dasarnya mereka miliki sehingga mereka begitu
terkenal? Ya, yang membedakan mereka dengan kita adalah bahwa mereka memiliki
kekuatan superpower, sebuah kekuatan
yang luar biasa yang menjadikan tokoh-tokoh tersebut tidak terkalahkan dan
dikenal sebagai superhero.
Sekarang apabila saya sebutkan
urutan nama seperti Superman, Spiderman dan Anda, lalu pertanyaan yang sama
saya ajukan, apa sebenarnya yang membedakan antara mereka dengan anda? Tentu
jawabannya adalah bahwa mereka memiliki kekuatan superpower, sedangkan anda tidak memilikinya. Pembeda anda dengan
mereka adalah kekuatan [power].
Apakah memang demikian? Apakah hanya para tokoh superhero saja yang memiliki kekuatan, sedangkan anda, saya, teman
kita atau tetangga kita tidak memilikinya?
Tentunya bukan hanya para tokoh superhero saja yang memiliki kekuatan, pada
adasarnya kita semua juga memiliki kekuatan, bahkan kekuatan kita jauh melebihi
kekuatan yang dimiliki para tokoh tersebut. Mereka memiliki kekuatan superpower tetapi sayangnya itu semua
hanya dalam cerita. Mereka bukan tokoh nyata seperti kita, melainkan hanya
karya imajinasi kreatif manusia seperti kita. Kekuatan mereka tidak ada
nyatanya, sedangkan kita memiliki kekuatan yang nyata. Kekuatan kita adalah
kekuatan pikiran kita!
Kekuatan yang tidak terbatas,
anugrah dari yang Kuasa. Tetapi kita terkadang tidak menyadarinya, karena kita selalu
sibuk melihat keluar diri kita. Kita selalu membandingkan diri kita dengan yang
lain, yang pada akhirnya sikap demikian akan menjadikan kita sebagai sosok yang
imferior merasa rendah diri
dibandingkan dengan yang lain. Padahal jika kita menyadari dan mengetahui bahwa
kitapun memiliki kemampuan dan kekuatan seperti orang lain, tentu perasaan itu
tidak akan muncul dan kita bisa berdiri tegak meraih kesuksesan hidup kita.
Lalu kembali ke pertanyaan di atas, bagaimana agar kekuatan pikiran bawah sadar
tersebut dapat membentuk atau mewujudkan sesuatu sesuai dengan keinginan kita,
mungkinkah?
Ya, tentu kita mampu untuk itu,
caranya adalah bagaimana kita membuat program dan pengendalian kekuatan pikiran
dan terutama kekuatan pikiran bawah sadar agar dapat merealisasikan apa yang
kita buat dalam program tersebut. Program tersebut berisi kinginan, dan tujuan
yang hendak kita capai dan terwujud dalam kenyataannya. Tentu anda masih ingat
kan, bahwasannya pikiran itu mampu mewujudkan mimpi menjadi bukti. Sekali lagi,
pikiran mampu merubah mimpi jadi bukti! Bagaimana caranya?
Re-program Your Mind [Program Ulang Pikiran Anda]
Visualisasi dan
affirmasi merupakan dua tehnik yang sudah lazim dipergunakan untuk melakukan
upaya pemrograman pikiran. Visualisasi dalam arti sederhana adalah penggambaran
secara mental tentang sesuatu yang anda inginkan untuk dirubah atau dicapai.
Melalui penggambaran ini dimaksudkan sebagai upaya untuk mengirim dan memasukan
data ke dalam pikiran bawah sadar. Ketika data dan informasi itu dapat
diterima, maka pikiran bawah sadar akan melakukan proses untuk realisasinya.
Demikian pula dengan affirmasi, yang secara singkat dapat diartikan sebagai
pengulangan terhadap kalimat atau kata positif tertentu baik secara verbal
maupun emosional. Pengulangan kalimat atau kata positif tertentu tersebut
ditujukan untuk mengirim dan memasukan data kedalam pikiran bawah sadar agar
dapat diterima dan selanjutnya diproses menjadi kenyataan.
Bagaimana pikiran bawah sadar
dapat melakukan proses dari pesan yang diterimanya menjadi kenyataan adalah
dengan adanya fasilitas alam yang tersedia yang dapat memberikan bantuannya.
Fasilitas tersebut adalah apa yang dikenal dengan adanya hukum alam,
kenyataannya hukum alam yang ada di semesta ini banyak ragamnya, dan yang
berperan dalam hal ini adalah apa yang dinamakan hukum ketertarikan [law of attraction], ketersediaan,
resonansi atau getar [vibration].
Melalui pemanfaatan hukum alam
yang tersedia, pesan berupa keinginan kita akan diproses oleh pikiran kita
menjadi kenyataan. Mungkin sebagai ilustrasi untuk menggambarkan bagaimana
sesuatu pesan dapat diproses menjadi sesuatu yang nyata adalah seperti proses
yang berlaku dalam penyiaran televisi. Ketika ada siaran, studio mengambil
gambar dan suara model atau kejadian tertentu, kemudian menyebarkannya melalui
pemancar. Signal yang terpancar lewat
pemancar tersebut, diterima dan diubah oleh pesawat televisi menjadi gambar dan
suara. Dari pesan yang berupa rekaman gambar dan suara, dipancarkan berupa
signal dan akhirnya dapat ditangkap dan ditampilkan berupa gambar dan suara
sama seperti yang terekam di studio. Tetapi tidak selamanya rekaman di studio
dapat ditampilkan sama persis di pesawat televisi penerima. Hal tersebut
tergantung pada kuat atau tidaknya signal
yang dikirim dan kondisi cuaca yang ada atau kondisi pesawat tv sebagai
perangkat penerimanya.
Kekuatan pikiran bawah sadar kita
mampu menerima pesan dan merubahnya menjadi kenyataan, tetapi seperti ilustrasi
diatas, bahwa ada kekuatan lain yang dapat memperkuat dan melemahkan atau
merusak proses perwujudan pesan yang anda buat. Kekuatan tersebut adalah apa
yang dinamakan keyakinan [beliefs],
keinginan [will power] dan cara
bagaimana anda menggunakan pikiran anda.
Apabila keinginan anda kuat, maka
anda akan memiliki kesungguhan dan konsentrasi yang kuat. Keinginan yang kuat
menjadi kekuatan pendorong untuk terwujudnya sesuatu. Tetapi keinginan yang
kuat akan tidak memiliki kekuatan andai anda tidak memiliki keyakinan. Ya,
keyakinan pada upaya anda, keyakinan bahwa dengan qudrat dan irodat Allah bahwa pikiran kita dapat mewujudkan
keinginan kita. Mungkin anda akan berkata, “apa benar begitu?”. Nah, ketika
anda berkata demikian, maka sesungguhnya anda telah ‘membentuk’ kegagalan dalam
pikiran anda, seolah-olah anda mengirim pesan bahwa pikiran anda tidak akan
memiliki kemampuan untuk mewujudkan keinginan atau tujuan anda.
Jadi, keyakinan [beliefs] yang anda miliki dapat menjadi
kekuatan pendorong tapi juga akan menjadi kekuatan yang melemahkan. Keyakinan
anda akan mendorong keinginan anda untuk dapat memperoleh apa yang menjadi
tujuan anda.
Keyakinan dan keinginan kuat akan
terbentuk melalui cara berfikir yang positif. Seperti kita ketahui bahwa cara
berfikir yang dilakukan seseorang dapat dikategorikan dalam dua bentuk yaitu
cara berfikir positif yang akan menghasilkan pikiran positif [positive thinking] dan cara berfikir
negative yang akan menghasilkan pikiran negative [negative thinking]. Pikiran positif akan melahirkan kekuatan yang
mendukung, sedangkan pikiran negative akan menjadi penghambat bahkan menjadi
perusak proses yang dijalankan pikiran anda dalam perwujudan keinginan anda,
bahkan dalam kehidupan anda.
Apabila memang pikiran kita,
melalui kekuatan pikiran bawah sadar, mampu merealisasikan keinginan dan tujuan
yang hendak kita raih, terwujud dalam kenyataannya, berarti kita tidak perlu
melakukan usaha apapun hanya tinggal duduk tenang dan menanti keinginan itu
terwujud? Bukankah begitu? Tentu pertanyaan itu ada dibenak anda. Lalu, apakah
memang demikian? Tentu tidak. Kita akan tetap memerlukan usaha dan tindakan
apapun yang diperlukan untuk mewujudkan keinginan dan tujuan kita. Kekuatan
pikiran kita akan mengarahkan dan menghubungkan kita dengan berbagai sumber dan
pihak yang akan membantu terwujudnya kekuatan dan keinginan kita tersebut.
Masih ingatkah anda bahwa pikiran kita bekerja dengan memanfaatkan hukum-hukum
alam yang ada di semesta ini?
Dengan kekuatan pikiran kita,
maka tujuan atau keinginan kita akan lebih mudah dan cepat diwujudkan. Kekuatan
pikiran kita tidak ‘sim salabim’
mewujudkan keinginan dan tujuan anda, semua itu ada prosesnya, dan usaha
merupakan bagian dari proses. Sebagai
suatu proses, maka usaha kita akan diarahkan, dibingbing dan dihubungkan dengan
berbagai sumber dan pihak yang kita perlukan oleh kekuatan pikiran kita. Hasil
yang akan muncul berupa pencapaian tujuan atau terpenuhinya keinginan adalah
dalam satu cara atau kondisi yang terkadang kitapun tidak menyangka dan
seolah-olah tidak menyadarinya. Disinilah perbedaannya, usaha yang didasarkan
oleh kekuatan pikiran yang terprogram dan yang hanya dilakukan oleh karena
hanya adanya dorongan untuk memenuhi kebutuhan semata.
Mungkin dalam kehidupan nyata,
anda pernah mendengar atau mungkin mengucapkan kalimat seperti berikut:’………pakai otak, dong!’ Nah, apa sesungguhnya makna dibalik ucapan
yang nampak konyol tersebut? Mungkin maksudnya agar apa yang kita kerjakan atau
lakukan dapat lebih memberikan hasil yang maksimal. Bukankah bekerja dengan
otak [pikiran] akan menunjukan perbedaan pencapaian bila dibandingkan dengan
kerja dengan otot semata? Bekerja dengan otak [pikiran] akan lebih efektif,
efisien dan produktif dan hasilnya akan lebih memuaskan. Benar kan?
Visualisai dan afirmasi akan
memberikan hasil yang significant
[nyata] apabila dajalankan sesuai dengan proseduralnya. Yaitu dalam kondisi
anda tenang, rileks dan dilakukan secara kontinyu, maksudnya anda melakukan
pengulangan dari upaya anda itu, tidak hanya sesekali atau sesaat saja.
Pikiran bawah sadar akan menerima
sebuah informasi untuk diproses dalam perwujudannya apabila pesan itu dapat
diterima dan dianggap benar. Benar disini bukan kaitannya dengan isi atau
kandungan [content] dari pesan,
karena pikiran bawah sadar seperti paparan diatas, tidak membedakan sesuatu
pesan itu benar atau salah, hayalan atau kenyataan, semua dapat diterima.
Dianggap benar dimaksudkan adalah memiliki kekuatan untuk diterima, dan untuk
dapat memiliki kekuatan tersebut maka pesan yang dibentuk harus dikirim secara
berulang dan terus menerus. Pengulangan ini dimaksudkan untuk menanamkan pesan
dalam pikiran bawah sadar, dan setelah tertanam pikiran bawah sadar akan
memproses dengan cara yang tidak dapat kita lihat secara langsung, tetapi
hasilnya adalah suatu kenyataan.
Kondisi tenang dan rileks
biasanya dapat dicapai disaat kita melakukan relaksasi atau dalam kondisi
meditasi. Tentu istilah meditasi banyak ragam makna dan pemahamannya, terlebih
istilah meditasi pada awalnya ada kaitannya dengan laku ritual keyakinan atau
agama tertentu. Tetapi penggunaan istilah meditasi disini adalah pemaknaan yang
lebih luas dan tidak berkaitan dengan pemaknaan ritual agama tertentu. Meditasi
seperti terminology yang diberikan
ilmu pengetahuan modern, adalah kaitannya dengan kondisi mental psikologis
tertentu sebagai sebuah tehnik untuk mencapai kondisi nyaman, rileks dan penuh
konsentrasi.
Banyak tehnik dan cara untuk
melakukan meditasi. Tetapi yang utama adalah tujuan yang ingin dicapai dalam
kondisi meditasi yaitu konsentrasi, relaksasi dan suasana kontemplatif. Memang
pada masa lalu meditasi merupakan sesuatu yang sulit dilakukan dan memakan
waktu yang lama. Metoda modern dengan hasil penelitian ilmu pengetahuan
ilmiahnya telah menemukan cara yang cepat dan mudah untuk mencapai kondisi
meditatif, yaitu dengan ditemukannya tehnologi ‘brainwave entrainment’.
Brainwave entrainment
Tehnologi ‘brainwave entrainment’ secara sederhana dimaksudkan sebagai metoda
manipulasi gelombang otak dengan memberi stimulus berupa bunyi yang dihasilkan
dari penemuan dan rekayasa tehnologi suara [tones]
tertentu sehingga merangsang otak untuk menghasilkan gelombang otak tertentu
sesuai dengan keinginan kita. Gelombang otak yang dihasilkan dari stimulus yang diberikan adalah berupa
gelombang otak dalam frekwensi tertentu, sesuai dengan yang diinginkan misalnya
untuk mencapai kondisi seperti dalam keadaan yang dicapai saat meditasi.
Gelombang otak yang muncul dari stimulus yang diberikan tersebut, dinamakan
dengan istilah ‘binaural beats’.
Melalui penemuan tehnologi ‘brainwave entrainment’, maka meditasi
merupakan sesuatu yang tidak memberikan kesan sulit, lama atau ‘seram’ lagi.
Untuk mencapai kondisi meditatif ringan misalnya, dengan cara tradisional bisa
dicapai dalam waktu yang lama mungkin bertahun-tahun dan disertai dengan
kondisi ‘prihatin’, tetapi dengan menggunakan tehnologi rekayasa binaural beats, untuk mencapai kondisi alpha [meditasi ringan] hanya dibutuhkan
waktu dalam hitungan menit saja [antara 15 sampai dengan 30 menit] dan tidak
perlu masuk dalam kondisi laku yang ‘memprihatinkan’ seperti para petapa dimasa
lalu. Anda bisa melakukakannya ditempat yang nyaman, seperti diatas springbed di kamar anda. Lagi-lagi bukti
bahwa bagaimana kekuatan pikiran mampu menghasilkan sesuatu yang membuat
segalanya jadi mudah. Masihkah anda meragukan kekuatan pikiran anda?
Raihlah Tujuan Anda Sekarang!
Menurut teori komunikasi, bahwa pesan yang tidak
jelas akan melahirkan tanggapan yang tidak jelas pula atau akan memunculkan
bias sehingga maksud yang dituju menjadi samar atau tidak jelas. Demikian pula
dengan upaya kita melakukan program terhadap pikiran bawah sadar melalui tehnik
visualisasi dan affirmasi. Pesan yang dibuat berupa tujuan yang kita ingin
capai, haruslah jelas dan focus. Tujuan yang dibuat bisa secara khusus atau
memiliki cakupan luas, tetapi semua tujuan itu harus jelas dan terukur.
Memiliki sifat kebendaan atau tentang suatu keadaan. Apakah tujuan yang ingin
anda raih?
Anda memiliki tujuan ingin
menjadi orang kaya, umpamanya. Itu sebuah tujuan, tetapi tujuan yang masih
bias, tidak terukur dan ngambang. Apa batasan dari istilah orang kaya tersebut?
Buatlah tujuan yang jelas dan terukur. Misalnya anda membuat program dengan
tujuan memiliki sebuah mobil, maka anda harus membuat gambaran mentalnya secara
rinci misalnya merek apa, jenis apa, warna apa dan keluaran tahun berapa.
Disamping kejelasan dan dapat terukurnya suatu tujuan, hal lainnya yang penting
adalah tetap harus realistis. Mengapa demikian? Karena dengan tetap menjaga
ke-realistisan, kejelasan dan keterukuran sebuah tujuan, proses perwujudannya
akan lebih cepat terlaksana.
Umpamanya, mungkinkah seorang
[maap] pengangguran dapat menjadi milyarder? Walau mungkin, tapi secara
realistis hal itu adalah sesuatu yang sulit.
Bisa saja orang tersebut menjadi milyarder jika terlebih dahulu dimulai dengan
orang tersebut mendapat pekerjaan atau usaha, lalu melakukan proses peningkatan
penghasilannya sampai mencapai posisi seorang milyarder. Mungkin juga karena
menerima hibah atau waris. Jadi, tujuanpun harus dibuat dengan tidak
mengesampingkan akal sehat anda.
Nah, apa sebenarnya tujuan anda
dalam hidup ini? Apa keinginan anda yang ingin anda raih dan wujudkan dalam
kehidupan anda? Kehidupan yang bagaimana yang ingin anda jalani dan nikmati?
Hidup penuh kebahagiaan, berlimpahnya harta kekayaan, suksesnya karir dan usaha
anda, kesehatan dan kesetiaan pasangan anda, ketenangan dan keimanan yang kuat,
atau malah anda belum memiliki tujuan yang jelas? Apakah anda penuh dengan
keyakinan dan percaya diri, atau anda penuh dengan keresahan, kecemasan,
ketakutan dan tidak memiliki kepercayaan pada diri anda sendiri?
Apakah anda memiliki kemampuan
untuk mewujudkan keinginan anda, atau anda masih meragukan kemampuan anda?
Apakah anda memiliki kemauan untuk melakukan perubahan, atau anda sudah merasa
nyaman dengan keadaan anda sekarang? Apakah anda memiliki keberanian untuk
melangkah atau selalu merasa tidak siap untuk menghadapi kemungkinan yang akan
muncul? Apakah anda yakin bahwa matahari akan muncul hari esok ? Apakah impian
itu anda anggap tidak bisa anda wujudkan? Sadarkah anda bahwa anda ada karena
diadakan?
Tahukah anda bahwa Allah
menciptakan anda dengan disertai bekal bagi anda untuk menjalani kehidupan ini?
Tahukah anda bahwa alam semesta dan segala sesuatunya ada untuk membantu anda?
Apa yang anda tunggu? Bukankah waktu terus berjalan dan tidak mau menunggu?
Kalau tidak sekarang, kapan lagi anda mau memulai?
Sekarang, ya sekaranglah saatnya
anda memulai. Memulai membangunkan raksasa yang tertidur dalam diri anda.
Memulai untuk membangunkan kekuatan yang menjadi anugrah sang Pencipta. Memulai
untuk memanfaatkan kekuatan yang maha dahsyat. Sekaranglah saat yang tepat bagi
anda untuk menggunakan kekuatan pikiran anda! PIKIRAN ANDA! Mulailah dengan
pikiran anda dan bergeraklah menuju tujuan yang ingin anda raih. Sudahkah anda
memilih dan menetapkan tujuan yang jelas yang ingin anda raih dalam kehidupan
anda? Tetapkan sekarang juga!
Sekarang kita telah mengetahui
bagaimana hebatnya kekuatan pikiran yang kita miliki. Sebagai sebuah kekuatan,
maka tergantung kepada kita sebagai pemiliknya, apakah kekuatan itu akan
digunakan untuk kemaslahatan hidup atau justru untuk maksiat dan kerusakan.
Pilihan terletak pada anda sendiri!
Akhirnya, mengetahui dan memahami
cara kerja pikiran kita dan unsur-unsur yang dapat menunjang dan merusaknya,
adalah sebuah upaya yang harus kita tempuh agar kita mampu memberdayakan
kekuatan pikiran kita untuk mewujudkan keinginan dan tujuan kita tercapai dan
menjadikan hidup kita lebih baik. Mulailah untuk menguasai dan mengendalikan
pikiran anda. Bukanlah hal yang sulit untuk semua itu, dimulai dengan keyakinan
dan kemauan maka segalanya dapat anda lakukan.
Open your mind!
……….kuasai pikiran anda, maka anda akan menguasai kehidupan anda……….
---------oooOooo--------
Terimakasih,
Mokhamad M. Dodi
hmmm... review kah ini?
BalasHapusbelum sempat baca bah,, di book mark aja dulu ya... hehehe
BalasHapusmohon ijin share,
BalasHapus