Rabu, 08 Februari 2012

STRESS MANAGEMENT FOR WORKERS [QUANTUM SELF-PROGRAME]


 1. PENDAHULUAN
Stress adalah suatu kondisi manakala sebagaian dari keadaan pikiran anda terganggu dan tekanan perasaan serta emosi anda mengalami peningkatan. Anda dapat mengalami stress saat dirumah, ditempat kerja atau dimanapun. Anak andapun dapat mengalami gangguan stress karena berkaitan dengan sekolah atau berhubungan dengan pola asuh dan lingkungan sepermainannya. Apabila tidak ditangani dengan benar, stress dapat mengganggu dan merugikan kesehatan serta kehidupan anda.
Bagi kalangan pekerja di seluruh dunia, stress disaat bekerja merupakan salah satu yang dapat menjadi tantangan dan permasalahan bagi mereka. Kondisi stress yang mereka alami dalam lingkungan kerja, bisa berdampak pada kehidupan di luar pekerjaannya, walaupun pada dasarnya stress tersebut muncul dari tantangan dan situasi kerja yang mereka hadapi. Dalam suatu tatanan masyarakat pra-sejahtera, stress yang dimunculkan karena ketidak berdayaan dalam memenuhi tuntutan kebutuhan hidup yang paling mendasar menjadi penyebab utama munculnya stress dan selanjutnya dapat memunculkan berbagai masalah. Kemampuan kita dalam mengelola stress menjadi penentu apakah kita dapat dikatakan sebagai orang yang mampu meraih kesuksesan dalam bekerja atau justru kita malah menjadi orang yang termasuk gagal dalam meraih kesuksesan kerja.
Stress dalam kadar tertentu atau rendah dapat menjadi motivasi, tetapi dalam kadar yang lebih atau tinggi, stress dapat mengganggu kesehatan dan suasana kerja. Mengapa kita harus mampu untuk mengelola stress, karena pada kenyataannya stress akan berdampak pada kondisi fisik, mental dan emosional kita. Tanpa penanganan dan pengelolaan yang benar dan efektif, stress yang berkaitan dengan kerja, akan memberikan dampak yang semakin besar atau seperti snowball effect, sampai memunculkan perilaku yang merugikan seperti, ketidakhadiran mental [absenteeism], ketidakmampuan [disability], tidak memiliki keterampilan berkomunikasi [poor communication skills] dan tidak memiliki keterampilan dalam menjalin hubungan di tempat kerja [poor relationships at work]. Dalam tulisan ini kita akan mencoba mengetahui penyebab stress yang muncul di lingkungan kerja, apa akibat yang dapat ditimbulkannya, dan bagaimana caranya agar kita dapat mengatasi dampak yang ditimbulkannya terhadap diri kita di lingkungan kerja atau dalam kehidupan sehari-hari kita.
1.1 MENGAPA KITA MENGALAMI STRESS
Stres sebenarnya merupakan sesuatu yang bersifat alami, sebagai tanggapan secara psikis terhadap persepsi kita tentang sebuah rangsang [stimulus]. Dengan kata lain bahwa stress sebenarnya merupakan reaksi alami dari tubuh kita ketika menanggapi suatu rangsang tertentu. Jadi stress merupakan reaksi alami yang dilakukan oleh tubuh kita melalui suatu mekanisme tertentu. Reaksi yang diberikan tubuh [stress] itu sebenarnya memiliki tujuan untuk perlindungan diri kita dan mekanisme yang bekerja dalam kaitan ini adalah apa yang diistilahkan dengan kondisi ‘flight and fight’ dalam system saraf kita. Disaat kita berusaha untuk dapat bertahan dalam suatu situasi misalnya ketika mendapat tekanan suatu rangsang [stimulus] yang bisa menyebabkan munculnya stress, maka stress adalah suatu kondisi dimana tubuh kita melakukan pelepasan adrenaline yang mendorong system tubuh kita untuk ‘bertempur’ [fight] melawan stimulus atau rangsang tersebut.
Stimulus stress di lingkungan kerja bisa bersifat fisik atau emosional, seperti pemecatan [PHK] atau adanya perlakuan yang tidak menyenangkan [pelecehan, penekanan, pengucilan] dari sesama karyawan dan tekanan dari atasan. Tetapi sebenarnya tidak semua penyebab stress adalah karena adanya stimulus yang negative atau tidak menyenangkan. Dalam kenyataannya ada beberapa penyebab stress yang bahkan terkadang adalah suatu kondisi atau kejadian yang menyenangkan. Seperti contoh, misalnya anda mendapatkan promosi kenaikan jabatan yang lebih tinggi dari jabatan yang anda duduki sekarang. Promosi kenaikan jabatan itu merupakan suatu kejadian yang menyenangkan tentunya, tetapi dengan kenaikan jabatan, maka sudah pasti akan diikuti dengan tuntutan tugas dan tanggung jawab yang lebih besar pula. Besarnya tuntutan tanggung jawab dan tugas yang harus diselesaikan berkaitan dengan jabatan pekerjaan itu, bisa menjadi penyebab munculnya stress yang anda alami.
Tiga kategori utama yang dapat menjadi penyebab munculnya stress dalam kehidupan kita yaitu berkaitan dengan:
  1. Ketidak terpenuhinya kebutuhan [lack of needs] yang berkaitan dengan kebutuhan:
  • Psikologis
  • Keamanan
  • Kepemilikan atau penerimaan
  • Ego atau status
  • Aktualisasi diri
  1. Hubungan dalam kehidupan Organisasional [organizational]:
  • Lingkungan fisik
  • Hubungan peran [role-related]
  • Jalinan relasi [relationships]
  • Perubahan dalam keorganisasian
  1. Kehidupan [life]:
  • Perubahan pribadi [personal change]
  • Trauma pribadi [personal trauma]
Ketika kebutuhan dasar sebagai seorang manusia tidak dapat anda penuhi, maka anda akan mengalami situasi stress. Sebagai contoh, jika anda menjadi pengangguran, anda akan dihadapkan pada situasi dimana anda akan mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan disaat menjalin hubungan dengan yang lain, kurang mendapat penerimaan dan tidak mendapatkan posisi dalam lingkungan keluarga atau masyarakat. Kondisi yang demikian akan memicu anda untuk dapat mengalami stress. Demikian pula dalam kondisi dimana organisasi tempat kerja anda yang tidak menyenangkan atau terjadi perubahan menyangkut tata kelola atau aturan kerja, maka adanya perubahan dapat menyebabkan anda mengalami stress. Dalam kehidupanpun seperti peristiwa pernikahan, perceraian atau kematian anggota keluarga yang anda alami, semuanya dapat menjadi penyebab munculnya stress pada diri anda.
Seperti telah disebutkan diatas, bahwa stress dalam kadar tertentu bisa berarti positif, tetapi walaupun demikian tetaplah bahwa stress lebih cenderung dapat memberikan akibat yang tidak baik. Tentunya hal yang terpenting adalah bagaimana anda dapat mengatasi stress yang anda alami sendiri. Kapan stress dapat menjadi masalah? Menurut Dr. Suryo Dharmono, Sp.Kj dari departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran UI mengatakan bahwa stress yang berkepanjangan atau berlebihan dapat merugikan individu dan bisa menambah penderitaan [distress].

Menurut Dr. Suryo Dharmono seperti dikutip vivanews, stress memang bisa menyebabkan berbagai penyakit. Khususnya, apabila kemampuan seseorang untuk menghadapi masalah mengalami penurunan. Bila itu terjadi, anda perlu waspada, karena bisa jadi, stress yang anda alami sama dengan sakit. Selain itu stress bisa dikatakan sama dengan penyakit bila stress sampai menyebabkan berbagai keluhan psikis [mental emosional] maupun fisik. Dan jika stress menyebabkan hambatan dalam kehidupan psikososial, seperti menghambat pergaulan, pekerjaan bahkan penggunaan waktu senggang, maka anda juga perlu waspada.
Gejala-gejala stress menurutnya:
  • Keluhan kronis berbagai gangguan fisik, seperti sakit maag, pusing sakit kepala, sakit pinggang, sering masuk angin, dan berbagai keluhan yang berpindah-pindah.
  • Selalu mengeluh tidak bisa tidur, meskipun orang didekatnya melihatnya cukup tidur.
  • Pelupa, sulit berkonsentrasi, sulit berfikir, pikiran kosong atau buntu.
1.2 BELAJAR MENGELOLA STRESS YANG BERKAITAN DENGAN PEKERJAAN
Apabila anda dapat mengetahui tentang stress yang berkaitan dengan pekerjaan, itu merupakan sesuatu yang baik, hal itu dimaksudkan supaya anda dapat untuk belajar mengelolanya, sehingga stress itu tidak menjadi masalah yang besar lagi bagi anda.
Beberapa hal yang perlu anda pahami dalam upaya mengelola stress dalam pekerjaan anda adalah meliputi:
  • Bagaimana anda dapat menghadapi terhadap kondisi stress yang dialami
  • Membatasi pengaruh stress terhadap kondisi kesehatan
  • Belajar untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan membangun relasi dengan sesame yang lebih baik
2. TIPE DAN PENYEBAB STRESS
2.1 Pendahuluan
Seperti yang telah diungkapkan dimuka, bahwa tipe positif dari stress adalah dapat memberikan motivasi dan mendorong kita untuk lebih meningkatkan kualitas kepribadian kita, jalinan relasi dan hidup kita secara keseluruhan. Sebagai contoh, saat anda memiliki anak, anda akan mengalami kondisi stress seputar kehamilan, saat persalinan dan dalam perawatan bayi setelah lahir. Kondisi stress demikian merupakan kondisi yang positif. Tetapi juga akan berhubungan dengan stress yang negative, seperti kecemasan terhadap kesehatan bayi, kurang tidur, pemenuhan kebutuhan dan perlengkapan bayi atau tentang hal lainnya yang berkaitan dengan kondisi bayi, dan itu semua merupakan stress negative yang muncul berkaitan dengan kelahiran anak.
Positife stress yang kita alami dinamakan dengan istilah “eustress”. Dalam pekerjaan, eustress dapat disebabkan oleh banyak hal seperti:
  • Mendapatkan pekerjaan baru
  • Mendapatkan promosi jabatan
  • Kemampuan meraih prestasi
  • Memiliki tugas tambahan dan tanggungjawab berkaitan dengan posisi anda
  • Menjadi pemimpin dalam team kerja
  • Menjadi pemimpin untuk suatu projek
  • Mendapatkan penghargaan
Apabila ‘eustress’ ini tidak dapat ditangani dengan baik akan mengakibatkan ‘distress’. Distress secara sederhana diartikan sebagai stress negative. Sebagai contoh, promosi kenaikan jabatan yang anda dapatkan tentunya akan mengundang kecemburuan dari teman sejawat anda. Kecemburuan teman sejawat akan mempengaruhi relasi yang terjalin dan suasana emosional yang menyertainya. Mungkin teman sejawat anda yang biasanya akrab dan hangat ketika berhubungan dengan anda, sekarang setelah anda mendapat promosi kenaikan jabatan menjadi seolah menjaga jarak dan tidak seakrab sebelumnya. Demikian pula misalnya apabila anda memimpin sebuah projek, itu dapat berarti anda mendapat tambahan penghasilan tetapi berkaitan pula dengan penambahan beban tanggungjawab dan tugas yang harus diselesaikan. Intinya, bahwa positif stress dapat berubah menjadi negative stress apabila anda tidak memiliki kesiapan untuk mengelolanya, eustress dapat berubah menjadi distress.
Stress juga bisa disebabkan oleh karena adanya gangguan bio-ritme tubuh yang dikenal dengan istilah pola Irama Sirkadian [circadian rhytm]. Irama Sirkadian adalah perputaran irama fisiologis tubuh yang berulang selama 24 jam mengikuti rotasi bumi. Irama Sirkadian ini berfungsi berdasarkan jam biologis. Secara endogen irama Sirkadian diatur oleh nucleus suprachiasmatic yang berlokasi di otak pada bagian anterior hyphotalamus. Kerusakan pada bagian ini akan menyebabkan gangguan pada irama Sirkadian. Fisiologi tubuh yang dipengaruhi irama Sirkadian adalah tidur, kesiapan kerja, sekresi hormone dan lambung, aktivitas bronkhus, tekanan darah, kecemasan, performa kerja, metabolic rate, dan memori jangka pendek.
Menurut Dr. dr. Adnil Edwin Nurdin, Sp.Kj bahwa irama Sirkadian dikendalikan oleh suatu bagian di otak yang disebut dengan nucleus suprakiasmatik yang aktivitasnya dipengaruhi oleh sudut datang cahaya matahari yang ditangkap oleh mata sehingga terjadi perubahan fisiologis tubuh secara ritmik setiap harinya. Irama sirkadian berlaku pada fungsi tubuh seperti tidur, suhu tubuh, tekanan darah, produksi hormon, pencernaan, jantung, metabolism dan kerja otot. Apabila irama sirkadian terganggu maka akan muncul gejala-gejala seperti kelelahan, insomnia, konstipasi, bahkan dapat memicu penyakit metabolic diabetes mellitus dan penyakit jantung. Irama sirkadian dapat terganggu karena waktu tidur yang tertunda [delayed phase syndrome], pergeseran jadawal kerja [shift work] dan jet lag.
Tubuh manusia berkembang dalam irama ‘diurnal’ [tidur pada malam hari dan bangun pada siang hari]. Pola ini tetap dari waktu ke waktu. Jika pola ini terganggu tubuh berusaha menyesuaikan dan tidur menjadi lebih sulit [Shultz & Shultz, 1994]. Irama sirkadian akan terganggu pada pekerja yang memiliki jadwal kerja yang bergilir [shift].
Kerja gilir dapat mempengaruhi irama Sirkadian melalui dua cara yaitu:
  • Kerja gilir mengharuskan pekerja terjaga dan aktif selama fase tidur atau istirahat.
  • Jadwal kerja gilir dapat menyebabkan desinkronisasi irama Sirkadian, karena system Sirkadian bekerja tidak sesuai dengan mekanisme seperti jam waktu pada otak yang menggunakan petunjuk waktu menurut lingkungan [gelap-terang].
Desinkronisasi irama Sirkadian akan merubah kualitas dan lama tidur pekerja, konsekuensinya tidur siang menjadi terganggu karena secara normal dipakai untuk bangun dan bekerja. Sebaliknya terjaga pada malam hari akan terganggu oleh irama Sirkadian yang secara normal dipakai untuk tidur.
Gangguan pada pola irama Sirkadian dalam tubuh seseorang akan berakibat pada kondisi dimana orang tersebut mengalami gangguan tidur [insomnia] atau gangguan dalam penyesuaian tidur. Selanjutnya bahwa gangguan dalam pola tidur yang dialami oleh seseorang akan berdampak pada munculnya berbagai kondisi yang akan membawa pada lahirnya berbagai permasalahan seperti stress, kecemasan, depresi atau masalah gangguan kesehatan lainnya. Mereka yang rentan terhadap gangguan pola bio-ritme tubuh ini adalah pekerja gilir, yaitu pekerja yang bekerja di luar jam kerja normal atau bekerja dengan system gilir [shift].
2.2. Proses Stress
Penyebab atau stimulus yang mendorong terjadinya stress baik negative atau positif, disebut sebagai ‘stressor’. Menurut Depkes RI [1983], stressor psikososial adalah setiap keadaan atau peristiwa yang menyebabkan perubahan dalam kehidupan seseorang sehingga orang itu terpaksa melakukan adaptasi atau menanggulangi stressor yang timbul. Stressor pada lingkungan pekerjaan yang mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang, dapat tunggal atau ganda.
Sesuatu yang menjadi penyebab munculnya stress bagi anda, mungkin tidak menjadi penyebab stress bagi teman, atasan atau keluarga anda. Setiap orang akan memiliki perbedaan tanggapan terhadap stimulus yang ada, tidak selamanya stimulus yang sama bagi semua orang berakibat stress bagi semua orang pula. Setiap individu memiliki kemampuan berbeda dalam menanggapi stimulus yang muncul di lingkungannya. Tetapi yang terpenting adalah, bahwa tubuh kita memiliki kemampuan untuk menanggapi setiap stimulus [stressor] yang muncul, dan kemampuan kita tersebut tentunya berbeda dengan kemampuan yang dimiliki oleh orang lain atau tidak sama. Bukankah setiap individu itu unik?
Ketika sebuah stimulus yang dialami dipersepsikan oleh kita sebagai sesuatu sumber yang dapat membahayakan, tubuh kita akan memberikan tanggapannya secara langsung dan bersifat psikis. Ketika suatu situasi ditanggapi oleh tubuh kita, tubuh kita akan memberikan tanggapan berupa apa yang dinamakan dengan mekanisme ‘flight or fight reaction’. Kelenjar pituary akan melepaskan hormone dalam saluran darah kita yang dinamakan adrenocorticotropic hormone [ACTH] yang fungsinya merangsang kelenjar adrenal untuk memproduksi adrenalin dan cortisol, yang dikenal sebagai ‘stress hormone’[hormon stres]. Proses mekanisme hormonal dalam tubuh itulah yang membuat kita dapat tetap tenang dan focus ketika mendapatkan kondisi stress, atau dapat memberikan suatu reaksi yang tepat pada saatnya, dan terkadang mampu memberikan dorongan kekuatan dalam suatu kondisi dimana kita lari [flight] menghindar atau disaat kita untuk tetap diam mengatasinya[fight].
Stress tidak disebabkan oleh situasi yang kita alami, tetapi oleh reaksi terhadap situasi yang dialami. Jika kita dapat mengendalikan terhadap penyebab stress maka kita akan terbebas dari dampak negative dari stress dalam kehidupan kita.
2.3. Hirarki Kebutuhan dari Maslow
Pada tahun 1943, Abraham Maslow mengemukakan teori tentang motivasi yang termuat dalam tulisannya yang berjudul A Theory of Human Motivation. Dia mengemukakan bahwa manusia pada umumnya memiliki lima tingkat kebutuhan yang menuntut untuk dipenuhi dalam kehidupannya. Makin banyak kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, maka orang akan semakin termotivasi untuk memenuhinya, dan akan banyak stress yang dialami apabila tidak mampu untuk memenuhinya. Berikut dibawah ini hirarki kebutuhan dari Maslow.
Gambar 1: Piramid Hierarki Kebutuhan dari Maslow.

2.1.1 Level-1 Kebutuhan Fisiologis [physiological Needs]
Menempati posisi paling bawah dalam hierarki kebutuhan menurut Maslow dan merupakan jenis kebutuhan yang paling penting, adalah kebutuhan yang sifatnya fisiologis. Level kebutuhan ini berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan pokok untuk mempertahankan kelangsungan hidup kita. Kebutuhan-kebutuhan tersebut akan mengakibatkan stress pada diri kita apabila kita tidak mampu memenuhinya, kebutuhan tersebut berupa:
  • Udara
  • Tempat berteduh
  • Pakaian
  • Air
  • Makanan
  • Kebutuhan sexual
2.1.2 Level-2 Kebutuhan rasa aman [safety needs].
Ketika satu kebutuhan dasar yang sifatnya fisiologis dapat terpenuhi, orang akan berupaya memastikan bahwa apa yang didapatnya tersebut aman. Rasa aman merupakan kebutuhan yang mendasar bagi semua orang, dalam berbagai tingkatan dan cakupannya. Rasa aman tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik misalnya kesehatan, tetapi juga dalam dimensi yang non-fisik, misalnya rasa aman berkaitan dengan kondisi keuangan atau keadilan. Contoh lain tentang rasa aman yang berkaitan dengan pekerjaan kita adalah seperti:
  • Keselamatan dan keamanan kerja
  • Tabungan keuangan
  • Jaminan asuransi
  • Ketersediaan akomodasi
2.1.3 Level-3 Kebutuhan Kepemilikan [belonging needs].
Kebutuhan tingkat berikutnya ini adalah berkaitan dengan jalinan hubungan dalam kehidupan social dan kebutuhan untuk memiliki. Kebutuhan untuk mmemiliki bukan hanya kepemilikan bendawi, tetapi kepemilikan yang berkaitan dengan situasi emosional. Orang akan dapat memenuhi kebutuhan ini dalam jalinan hubungan social di masyarakatnya atau dalam jaringan hubungan yang lebih luas. Jalinan hubungan ini didasari rasa emosional, seperti perasaan ingin diterima atau dicintai. Bukankah pada dasarnya kita ‘membutuhkan’ untuk dapat memiliki perhatian, tanggapan, cinta, atau kasih sayang dari yang lain? Bila kebutuhan ini tidak dapat terpenuhi karena adanya gangguan dalam menjalin relasi dan interaksi dalam lingkungan kehidupannya, maka kondisi itu akan memunculkan stress. Kebutuhan tingkat ini dapat dipenuhi dalam jalinan hubungan dalam situasi dan lingkungan yang beragam, seperti:
  • Keluarga
  • Sahabat
  • Pasangan hidup atau Pacar
  • Organisasi kemasyarakatan
  • Budaya lingkungan kantor
  • Klub olah raga
  • Jamaah keagamaan
  • Kelompok kegiatan tertentu
2.1.4 Level-4 Ego dan Status.
Secara sepintas kebutuhan ego dan status hampir mirip dengan kebutuhan kepemilikan, tetapi pada dasarnya memiliki perbedaan. Dimana kebutuhan kepemilikan menunjuk pada kondisi dimana seseorang berusaha untuk menjadi bagian dari kelompok [in-group], sedangkan kebutuhan ego-status lebih menunjuk kepada keyakinan orang untuk dapat dilihat, dianggap dan diposisikan oleh kelompok. Contohnya, kita merasa percaya bahwa kita cerdas, lucu, perhatian, tanggung jawab, loyal atau banyak hal lainnya yang menunjukan bagaimana keberadaan kita dalam kehidupan kelompok. Orang akan cenderung untuk memenuhi kebutuhan ini dalam arti:
  • Kedudukan dan pencapaian dalam pelaksanaan kerja
  • Penumpukan kekayaan
  • Penumpukan symbol-simbol status seperti mobil, rumah atau perhiasan
  • Memiliki perbedaan dari yang lain
  • Berusaha untuk dapat memimpin
  • Bangga dengan berbagai frestasi yang diraihnya
Stress dapat terjadi pada tingkatan ini jika ada perubahan situasi kerja seperti:
  • Perubahan naik atau turunnya posisi orang tersebut dalam perusahaan
  • Perubahan atau bertambahnya jumlah orang yang memiliki posisi yang sama dengannya
  • Perubahan dalam penerimaan keuntungan
  • Perubahan berupa bertambahnya tingkat kesulitan kerja
2.1.5 Level-5 Aktualisasi diri [self actualization needs].
Tingkatan kebutuhan ini menunjukan pada adanya dorongan untuk menjadi diri sendiri, dan dorongan keinginan untuk mampu menjadi diri sendiri dengan lebih memiliki kemampuan untuk dapat menjadi segalanya. Contoh, seseorang memiliki keinginan menjadi pemimpin atau orangtua yang sempurna.
3. PENGARUH STRESS
3.1 Pendahuluan
Stress yang dialami pekerja dilingkungan kerjanya merupakan sesuatu yang merugikan dalam kegiatan suatu lembaga usaha. Stress dalam lingkungan kerja yang dialami pekerja akan membawa dampak munculnya stress pada bidang lainnya, sebagai contoh, bila anda mengalami stress saat bekerja maka akan membawa dampak pada:
  • Menurunkan semanagat kerja
  • Menurunkan unjuk kerja
  • Menurunkan tingkat kepuasan kerja
  • Meningkatkan konflik
Dalam banyak kasus, pada kenyataannya pekerja enggan untuk melaporkan kondisi dan penyebab stress yang dialaminya, hal ini karena mereka tidak mau mendatangkan perhatian dari sesama pekerja lainnya. Dengan kata lain mereka akan membiarkan kondisi itu terjadi dan semakin tumbuh dan menjadi besar hingga saatnya menimbulkan masalah yang serius. Padahal dalam kenyataannya seorang pekerja yang akan mengalami stress akan mempengaruhi pekerja lainnya dalam lingkungan kerja mereka.
3.2 Tingkatan Stress
Semua stress tidak dibentuk secara sama. Stress bisa dalam tingkat yang ringan dan sewaktu-waktu, atau dapat juga dalam tingkatan yang berulang dan terus menerus. Ada tiga tingkatan stress yang berbeda, dimana masing-masing memiliki gejala yang berbeda. Tiga tingkatan tersebut menunjuk pada tingkat stress yang akut [acute], berkala [episodic acute] dan kronis [chronic].
3.3 Tanda Peringatan Stress
Beberapa tanda sebagai peringatan yang dapat anda ketahui atau rasakan disaat stress terjadi:
  • Munculnya kecemasan
  • Kehilangan semangat
  • Kehilangan ketertarikan pada pekerjaan
  • Kehilangan konsentrasi
  • Ketegangan otot dan mengalami gangguan sakit kepala
  • Enggan untuk bergaul atau senang dalam kesendirian
  • Kehilangan gairah sex
  • Mengkonsumsi alcohol, rokok atau obat
  • Konsumsi makan yang berlebihan atau berkurang [pola makan tidak teratur]
3.4 Bagaimana anda dapat mengatasi stress
Banyak cara yang dilakukan orang untuk mengurangi atau mengatasi stress, mulai cara yang positif sampai dengan cara yang negative. Penggunaan berbagai cara untuk mengatasi stress dengan hal-hal yang tidak baik, biasanya akan menimbulkan permasalahan lainnya yang mungkin saja lebih berat dari beban stress yang dialami. Contoh, karena ada tekanan stress yang anda alami, maka anda melampiaskannya dengan mengkonsumsi alcohol atau obat-obatan. Mungkin dengan minum minuman, anda dapat merasakan suasana tenang sesaat, tetapi lama kelamaan anda menjadi pecandu alcohol, dan akan merusak kesehatan tubuh dan mental anda. Berikut contoh-contoh cara yang dipakai untuk mengatasi stress dengan cara yang tidak baik:
  • Makan banyak [overeating]
  • Mengkonsumsi alcohol
  • Menjadi pecandu rokok
  • Mengkonsumsi obat-obatan terlarang
  • Terlalu banyak tidur
  • Menarik diri dari pergaulan social [mengisolasi diri]
  • Membuang waktu percuma seperti nonton tv terus menerus
  • Membiarkan kondisi mental menderita dan tidak peduli pada penyebab stress [sikap dan perilaku tidak perduli]


4. MENGATASI STRESS DENGAN METODA ‘QSP’ [QUANTUM SELF PROGRAME]
4.1 Pendahuluan
Pada dasarnya stress adalah reaksi [respon] yang diberikan tubuh terhadap suatu rangsangan [stimulus] yang muncul. Setiap orang memiliki respon tubuh yang berbeda, oleh karena itu suatu rangsangan [stimulus] bisa menjadi penyebab stress [stressor] bagi seseorang tetapi tidak bagi orang lainnya. Gejala stress bisa berdampak pada munculnya berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan, emosional dan social. Penanganan gejala stress adalah sebuah upaya pengelolaan [managing] agar stress tidak memberikan dampk yang merugikan dan tidak memunculkan permasalahan lainnya.
Munculnya stress bagi seseorang bisa disebabkan oleh banyak hal, bisa disebabkan oleh hal-hal yang berkaitan dengan factor social, emosional atau lingkungan [situasional]. Tetapi terlepas dari factor stressor-nya, yang terpenting adalah bagaimana upaya untuk mencegah dan menanggulangi gejala dan permasalahan stress, sehingga stress tersebut tidak lagi menjadi sesuatu yang merugikan. Memang tidak selamanya stress bisa berdampak negative, karena ada juga stress yang memiliki arti positif. Stress yang dalam arti positif seperti disebutkan dalam uraian terdahulu, dinamakan dengan istilah ‘eustress’ dan stress yang memiliki arti dan dampak negative diistilahkan dengan ‘distress’. Dalam kenyataannya eustress dapat berubah menjadi distress. Oleh karena itu yang dimaksudkan dengan istilah pengelolaan stress adalah difokuskan pada stress dalam arti negative [distress], sedangkan dalam arti positif [eustress] pengelolaannya dimaksudkan untuk mempertahankan dan membangun eustress tersebut untuk menjadi power yang bermanfaat bagi kehidupan. Model penanganan yang demikian memiliki bentuk penanganan yang menyeluruh, atau secara comprehensive.
Metoda QSP adalah sebuah metoda penanganan gejala dan permasalahan yang berkaitan dengan stress yang dihadapi dan dialami oleh pekerja dan masyarakat pada umumnya. Metoda ini merupakan sebuah kompilasi dari tehnik-tehnik penanggulangan stress yang telah ada seperti tehnik meditasi relaksasi, dipadukan dengan pemanfaatan tehnologi rekayasa gelombang otak [brainwave entrainment] dan didasarkan pada penyadaran terhadap potensi daya yang dimiliki serta penanaman kondisi ingat terhadap Allah swt. Perpaduan dari ketiga tehnik tersebut, menjadikan metoda QSP sebagai sebuah cara antisifasi dan terafi stress dengan pendekatan secara menyeluruh menyangkut sisi fisik, psikis dan mental emosional.
Metoda ini dapat diaplikasikan oleh siapapun karena bersifat umum, mudah, murah, efektif dan hasilnya dapat dengan cepat dirasakan.
4.1.1 Meditasi
Meditasi adalah sebuah upaya pemusatan pikiran dan perasaan untuk mencapai suatu kondisi yang tenang, damai dan nyaman. Berbeda dengan arti kata konsentrasi yang diartikan sebagai suatu upaya pemusatan perhatian atau pikiran pada satu hal. Sedangkan kontemplasi diartikan sebagai renungan dan sebagainya dengan kebulatan pikiran atau perhatian penuh. Dalam meditasi melibatkan perasaan, perhatian dan pikiran serta biasanya sebagai upaya untuk pencapaian suatu tujuan. Tujuan yang ingin dicapai bisa bersifat fisik seperti kebugaran atau psikis berupa ketenangan. Sedangkan konsentrasi tidak melibatkan unsur perasaan, hanya perhatian dan pikiran. Secara umum maka dalam arti meditasi terkumpul pengertian konsentrasi dan kontemplasi, meditasi merupakan konsentrasi dan kontemplasi yang dilakukan untuk maksud tertentu.
Meditasi sebagai sebuah istilah yang terlahir dari sebuah konsep keyakinan dan budaya tertentu telah mengalami pelebaran dalam pemaknaannya. Dalam keperluan pembahasan disini, meditasi tidak dipahami sebagai sebuah bagian dari konsep keyakinan, tetapi meditasi dimaknai sebagai istilah yang diartikan untuk keperluan teknis semata.
Pengertian meditasi dalam istilah teknis, maksudnya adalah bahwa meditasi merupakan sebuah konsep untuk menunjuk pada serangkaian metoda dan tehnik yang dilakukan dengan cara-cara tertentu dalam upaya pencapaian sebuah kondisi atau maksud. Jadi meditasi bukan dalam arti sebuah peribadatan ajaran tertentu, tetapi meditasi dalam dimaksudkan disini adalah sebuah bagian dari proses dari tehnik dalam upaya optimalisasi kekuatan pikiran bawah sadar. Cara dan maksud yang dilakukan dalam meditasi disini dengan meditasi peribadatan [ritual] ajaran tertentu, tentunya berbeda.
4.1.2 Pengaruh Meditasi
Bagaimana meditasi dapat memberikan pengaruh pada diri kita dalam kaitannya sebagai satu tehnik penanggulangan stress? Secara singkat dapat dikatakan bahwa meditasi secara umum memberikan pengaruh pada otak dan pikiran kita. Meditasi dapat memberikan peningkatan dan perbaikan struktur sel dalam otak, demikian pula melalui meditasi kita akan mendapatkan pikiran yang lebih baik, cerdas dan jelas.
Pengaruh-pengaruh tersebut diantaranya:
  1. Mengatasi stress [stress reduction], manfaat meditasi yang sudah banyak dikenal adalah salah satunya untuk mengatasi stress. Tetapi mungkin yang belum banyak diketahui adalah bagaimana stress tersebut dapat mempengaruhi otak baik secara langsung maupun tidak langsung. Sebagai contoh sebuah penelitian di universitas St Louis menunjukan bahwa stress dapat menghilangkan kesadaran sebagian ingatan anda. Stress yang berlangsung lama akan merusak jaringan otak yang anda miliki, dan ternyata meditasi dapat membantu untuk mengatasinya seperti hasil penelitian yang dilakukan oleh Kimberly A Williams, Ph.D dari Universitas West Virginia, dia membuktikan bahwa meditasi dapat membantu seseorang dalam upayanya mengatasi stress.

Penelitian lainnya di lakukan di University Massachusetts Medical School, hampir 15 000 orang di seluruh negara bagian, telah mengikuti pelatihan Mindfulness Based Stress Reduction [MBSR], hasilnya bahwa ternyata meditasi dapat mengurangi rasa sakit [pain] dan kecemasan [anxiety]. Dan penelitian lain menunjukan bahwa meditasi mampu menghilangkan depresi dan dapat dipakai sebagai terafi dalam upaya penurunan berat badan.
  1. Latihan otak [brain training],
Giuseppe Pagnoni, Ph.D di Emory University School of Medicine mengatakan bahwa meditasi lebih merupakan pelatihan mental dari hanya sekedar relaksasi [meditation more mental training than relaxation]

  1. Meningkatkan kemampuan struktur fisik otak [physical brain improvement].
Meditasi merupakan suatu kegiatan yang melibatkan sebagian fisik [raga] dan sebagian mental [jiwa], dapat merubah structur otak. Banyak penelitian yang membuktikan tentang hal tersebut.

  1. Kesehatan otak yang lebih baik [better brain health].
Seperti telah disampaikan di muka bahwa stress dapat menyebabkan kerusakan pada otak, dan meditasi merupakan satu cara untuk mengatasi dan meningkatkan kekuatan otak. Hal tersebut karena dalam meditasi, otak menerima suplay oksigen yang maksimal. Ini terjadi karena dalam meditasi selalu disertai dengan olah nafas. Melalui olah nafas maka pengambilan oxygen dan penyalurannya akan berjalan dengan optimal.

  1. Pengaruh lainnya adalah seperti:
  • Memperlambat proses penuaan
  • menurunkan system metabolic dan detak jantung
  • Menurunkan tekanan darah
  • Menurunkan tingkat kolesterol
  • Meningkatkan kadar oxygen dalam darah
4.1.3 Manfaat dan Kegunaan Meditasi
Meditasi bukanlah sebuah kegiatan yang sia-sia, meditasi bukanlah kegiatan seperti sedang mengkhayal, tetapi meditasi merupakan suatu tindakan sadar karena orang melakukan meditasi tahu dan paham akan apa yang sedang dilakukan. Manfaat meditasi yang dilakukan bisa terasa secara langsung maupun tidak langsung dirasakan secara fisik. Salah satu manfaat tersebut adalah kesembuhan yang diperoleh, jika mengalami sakit tertentu. Dari sudut pandang fisiologis, meditasi adalah anti-stress yang paling baik, seperti diuraikan diatas. Disaat mengalami stress, denyut jantung dan tekanan darah meningkat, pernafasan menjadi cepat dan pendek, dan kelenjar adrenalin memompa hormon-hormon stress. Selama melakukan meditasi maka detak jantung melambat, tekanan darah menjadi normal, pernapasan menjadi tenang, dan tingkat hormon stress menurun. Telah banyak penelitian ilmiah yang menunjukan bahwa meditasi bermanfaat untuk mengatasi gangguan fungsi ginjal dengan peningkatan produksi melatonin dan seratonin serta menurunkan hormon streskortisol. Dr. Herbert Benson, seorang ahli jantung dari Universitas Harvard, adalah orang pertama yang dengan penuh keyakinan menggabungkan manfaat meditasi dengan pengobatan gaya barat. Secara ilmiah, ia menjelaskan manfaat-manfaat dari meditasi yang telah dipraktekkan orang selama berabad abad.
Manfaat meditasi diantaranya adalah:
  • Organ-organ tubuh dan sel tubuh akan mengalami keadaan baik dan bekerja lebih teratur.
  • Sebagai cara terafi penyembuhan penyakit fisik dan psikis
  • Anti stress yang paling baik dan efektif
  • Mampu mengatur dan mengendalikan orang lain dalam kondisi tertentu.
  • Mampu mengerti dan memahami pikiran orang lain.
  • Peningkatan konsentrasi dan motivasi dalam beraktivitas.
  • Mampu menerima suka dan duka, kesulitan, dan kebaikan hidup dengan baik.
  • Dipakai dalam tehnik optimalisasi kekuatan pikiran bawah sadar
  • Dan lain sebagainya
4.2 Technology Brainwave Entrainment
Otak merupakan salah satu bagian terpenting dalam struktur tubuh manusia, walaupun hanya memiliki berat kurang lebih 2% dari berat badan manusia dewasa atau sekitar 1500 grm saja, tetapi otak mengkonsumsi 20% oksigen yang diserap tubuh dan memerlukan sekitar 400 kalori energi setiap harinya. Begitu pentingnya kebutuhan oksigen bagi otak, sehingga jaringan otak manusia mempunyai tingkat kerentanan terhadap perubahan oksigen dan glukosa darah. Jika otak dalam rentang waktu sekitar sepuluh detik saja otak tidak menerima aliran darah, maka akan mengakibatkan kehilangan kesadaran, dan apabila sampai hitungan menit maka yang terjadi adalah kerusakan jaringan otak.
Otak manusia dengan pikirannya, merupakan bagian yang bertanggung jawab dalam memberikan kendali dan kontrol terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia, oleh karena itu terdapat kaitan yang erat antara otak dengan sistem tubuh dan pikiran manusia. Otak memiliki struktur dan jalinan sel-sel syaraf yang sangat rumit, membentuk sebuah sistem yang maha canggih dengan pengaturan dari ‘qudrat dan irodat’ dari sang Pencipta.
Otak manusia memiliki milyaran sel yang disebut dengan ‘neuron’ , dalam kenyataannya neuron ini saling berhubungan dan berkomunikasi dengan memancarkan gelombang listrik. Gelombang listrik yang dipancarkan neuron dalam otak dinamakan ‘gelombang otak’ atau ‘brainwave’. Gelombang otak dapat diketahui dengan alat ukur yang bernama ‘electroencephalograph [EEG]’, melalui EEG ini diketahui bahwa gelombang otak yang dihasilkan oleh neuron bervariasi antara 0-30 Hz, dan dalam rentang ini gelombang otak dikategorikan dalam beberapa jenis tingkatan gelombang seperti, delta, theta, alpha, beta dan gamma. Setiap gelombang memiliki karakteristik yang berbeda antara satu dan lainnya, serta setiap bentuk gelombang yang muncul berkaitan dengan kondisi mental seseorang .
Pikiran pada dasarnya merupakan aktivitas sell otak yang menghasilkan energi listrik dalam bentuk gelombang elektromagnetik yang memiliki karakteristik dan panjang serta kekuatan gelombang yang berbeda. Gelombang otak berkaitan dengan situasi mental dan kondisi tubuh seseorang. Karena gelombang otak [brainwave] tersebut merupakan ‘bentuk materiil’ pikiran, maka jelaslah bahwa pikiran mampu memberikan pengaruh terhadap kondisi mental dan fisik seseorang. Jadi bila kita ingin mengontrol kehidupan kita dalam kaitannya dengan pencapaian tujuan-tujuan hidup, maka kita harus mampu melakukan kontrol pada pikiran kita yang ada di otak.
Melalui alat EEG dapat diketahui getaran, frekwensi, sinyal atau gelombang otak [brainwave] yang kemudian dapat dikelompokan kedalam beberapa kondisi kesadaran. Getaran atau frekwensi adalah jumlah pulsa [impuls] perdetik dengan satuan hz [hertz]. Berdasarkan riset ilmiah, diketahui bahwasannya frekwensi otak manusia berbeda untuk setiap fase ketika sadar, rileks, tidur ringan, tidur nyenyak, trance, panik dan sebagainya. Pada akhirnya para ahli berkesimpulan bahwa gelombang otak [brainwave] berkaitan dengan kondisi mental dan fisik seseorang. Jenis – jenis gelombang otak terse but adalah sebagai berikut:

JENIS GELOMBANG
KONDISI MENTAL DAN FISIK
BETA [13 – 30 HZ]
HIGH BETA [19 Hz ] ke atas
BETA [ 15 – 18] Hz
LOW BETA [ 12 – 15] Hz
SENSORY MOTOR RHYTM [12
- 16] Hz.
Waspada dan konsentrasi. Dalam kondisi gelombang otak Beta pikiran akan tetap terjaga, tajam dan fokus. Pada kondisi beta, otak akan mudah melakukan analisis dan penyusunan informasi, membuat koneksi, dan menghasilkan solusi-solusi serta ide-ide baru.
Beta sangat bermanfaat untuk produktivitas kerja, belajar untuk ujian, persiapan presentasi atau aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi dan kewaspadaan tinggi.
ALPHA [8 – 13 Hz]
Kreativitas, relaksasi dan visualisasi. Gelombang otak alpha sangat berbeda dengan kondisi beta. Kondisi rileks mendorong aliran energi kreativitas dan perasaan segar, sehat. Kondisi gelombang otak Alpha ideal untuk perenungan, memecahkan masalah, dan visualisasi, alpha bertindak sebagai gerbang kreativitas kita.
THETA [4 – 8 Hz] termasuk gelombang SCHUMAN RESONANCE [7,83] Hz
Relaksasi mendalam, meditasi, peningkatan memori. Gelombang theta lebih lambat dari Beta , kondisi gelombang otak Theta muncul saat kita sedang bermimpi saat tidur ringan atau juga sering dinamakan sebagai mengalami mimpi secara sadar, frekwensi Theta ini dihubungkan dengan pelepasan stress dan pengingatan kembali memori yang telah lama. Kondisi senja [twilight] dapat digunakan untuk menuju meditasi yang lebih dalam, menghasilkan peningkatan kesehatan secara keseluruhan, kebutuhan kurang tidur, meningkatkan kreativitas dan pembelajaran.
DELTA [0,5 – 4 Hz] dibawah Delta sebagian ahli berpendapat masih ada gelombang otak yang dinamakam EPSILON dibawah 0,5 Hz.
Penyembuhan, tidur sangat nyenyak. Kondisi Delta, saat gelombang otak semakin melambat, sering dihubungkan dengan kondisi tidur yang sangat dalam. Beberapa frekuensi dalam jangkauan Delta ini diiringi dengan pelepasan hormon pertumbuhan manusia [human growth hormone] yang bermanfaat dalam penyembuhan.
Kondisi delta jika dihasilkan dalam kondisi terjaga akan menyediakan peluang untuk mengakses aktivitas bawah sadar. Kondisi delta juga sering dihubungkan dengan manusia yang memiliki perasaan kuat terhadap empati dan intuisi.
GAMMA [40 -99] HZ
Gelombang Gamma muncul ketika seseorang mengalami aktifitas mental yang sangat tinggi, misalnya sedang berada di arena pertandingan, perebutan kejuaraan, tampil dimuka umum, sangat panik dan ketakutan, hingga terburu-buru karena dikejar tenggat waktu pekerjaan. Sebagian berpendapat bahwa pada kondisi Gamma bagi orang tertentu dapat bersentuhan dengan alam metafisik.
HYPER GAMMA [100] Hz.
Menurut seorang pakar dari Center For Accoustic Research yaitu Dr. Jeffrey D. Thompson, bahwasannya gelombang hyper gamma dan lambda berhubungan dengan kemampuan supranatural, metafisika atau paranormal.
LAMBDA [200] Hz
Lambda adalah gelombang tertinggi yang diketahui samapai saat ini , gelombang ini berhubungan dengan kemampuan supranatural.

Manusia memiliki pola gelombang otak yang berbeda [unik] dan selalu konsisten, karena uniknya terse but maka setiap orang akan memiliki pola gelombang otak yang berbeda pada suatu saat tertentu. Keunikan gelombang otak yang dinampakan oleh seseorang tampak pada komposisi jenis gelombang otak pada saat tertentu yang menentukan tingkat kesadaran seseorang.
Dengan diketahuinya keberadaan gelombang otak dan tingkatannya, maka diketahui pula akibat atau kondisi yng ditimbulkannya pada seseorang dalam tingkatan-tingkatan gelombang tertentu. Karena gelombang otak mempengaruhi situasi mental dan kondisi fisik seseorang, maka dengan mengetahui tingkatan dan kondisi gelombang otak tertentu, kita mampu untuk melakukan kontrol dengan memberikan stimulus agar mendapatkan kondisi gelombang otak tertentu sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Ilmu pengetahuan modern telah banyak menyajikan teknologi yang berkaitan dengan memberdayakan gelombang otak untuk kepentingan tertentu sebagai terafi atau optimalisasi pencapaian tujuan hidup.
Pola gelombang otak seseorang menentukan keadaan mental seseorang, apakah sedang bersemangat, berenergi, produktif, kreatif atau sedang malas, sedih, stress atau kondisi mental lainnya. Kondisi – kondisi mental terse but ternyata dipengaruhi oleh gelombang otak yang dikeluarkan oleh sel-sel saraf [neuron] di otak orang tersebut.
4.2.1 Brainwave Entrainment
Melalui berbagai penelitian, para ilmuwan telah menemukan bahwa kita dapat menciptakan kondisi gelombang otak kita sesuai dengan yang diinginkan. Kita tahu bahwa gelombang otak berkaitan dengan kondisi pikiran kita. Berarti melalui teknologi tersebut kita dapat membuat suatu kondisi pikiran kita pada suatu saat seperti yang diinginkan. Seperti kita bisa membuat otak kita dalam kondisi rileks, serius atau penuh konsentrasi. Teknologi demikian dinamakan dengan istilah brainwave entrainment istilah entrainment itu sendiri merupakan istilah yang biasa dipakai di dunia Fisika yang berarti kecenderungan dua bagian bergetar sehingga memiliki getaran yang sama. Brainwave entrainment sering juga diartikan dengan istilah sinkronisasi gelombang otak, sebab dalam brainwave entrainment dua gelombang dijadikan stimulus untuk melahirkan satu bentuk gelombang otak yang diinginkan.
Melalui tehnologi brainwave entrainment, otak kita diberi stimulus suara dengan frekuensi tertentu. Suara yang dipakai untuk melakukan stimulus tersebut tentu tidak seperti suara, atau music pada umumnya, melainkan berupa bunyi [tones] tertentu yang dapat diterima oleh otak kita. Dari hasil stimulus tersebut maka otak akan memberikan respon berupa bunyi [tones] juga yang sesuai dengan frekuensi dari suara yang dijadikan stimulant. Gelombang bunyi [tones] yang keluar dari upaya tersebut dinamakan dengan sebutan binaural beats. Binaural beats adalah suara dalam frekuensi tertentu yang ada, dihasilkan serta dapat diterima oleh otak kita. Jadi binaural beats adalah suara yang walau telinga kita tidak mendengarnya tetapi otak kita mampu menangkapnya. Oleh karena itu binaural beats sering disebut sebagai suara ilusi, ada tapi seolah tidak ada.
Penggunaan tehnologi binaural beats telah lama dipakai di kalangan masyarakat modern, dan dipakai dalam berbagai kegiatan seperti untuk terafi, meditasi atau upaya untuk mendapatkan dan meningkatkan kemampuan otak. Banyak penelitian ilmiah modern yang telah membuktikan manfaat dari penggunaan tehnologi ini, sehingga di masyarakat maju seperti Eropa, Jepang dan Amerika penggunaan tehnologi ini sudah begitu akrab dalam kehidupan masyarakatnya.
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa prinsip kerja tehnologi binaural beats ini adalah merangsang otak untuk menghasilkan satu atau lebih bentuk gelombang otak dalam frekwensi tertentu. Gelombang otak yang dihasilkan untuk selanjutnya akan memberikan pengaruh kepada system kimia tubuh dan merangsang bagian tubuh untuk dapat menerima dan ada dalam situasi yang diinginkan. Situasi atau kondisi tersebut sesuai dengan kondisi gelombang otak yang dihasilkannya. Tentu anda masih ingatkan, bahwa pikiran kita bisa mempengaruhi tubuh kita dan pikiran merupakan sesuatu yang dihasilkan dalam otak berupa signal-signal listrik dalam frekuensi tertentu. Kondisi pikiran kita dapat diketahui karena adanya gelombang listrik yang dipancarkannya. Jadi berubahnya frekuensi atau gelombang otak akan diikuti dengan perubahan pada kondisi tubuh kita.
Penelitian tentang pengaruh dan manfaat binaural beats sudah dimulai sejak ratusan tahun silam, dimulai oleh penemuan seorang ilmuan Jerman bernama Heinrich Wilhelm Dove tahun 1839. Kemudian pada akhir tahun 1070-an, Gerald Oster mempelajari bahwa saat binaural beats digunakan dalam cara khusus maka kondisi otak yang berbeda dapat dihasilkan. Kondisi gelombang otak yang dihasilkan,memiliki hubungan dengan kondisi fisik yang sama dengan gelombang otak tersebut. Sekarang setelah semakin banyak penelitian ilmiah modern tentang binaural beats,maka semakin luas masyarakat modern memanfaatkannya.
4.2.2. Mengatasi stress dengan metoda QSP.
Metoda QSP pada dasarnya mengoptimalkan potensi diri untuk mengatasi gangguan dan permasalahan stress. Walaupun pada hakekatnya tubuh kita telah memiliki mekanisme sendiri dalam menghadapi kondisi stress, tetapi dengan kemampuan melakukan optimalisasi pada potensi diri kita maka bukan hanya kita mampu mengatasi dan menanggulangi permasalahan stress tetapi juga kita akan memiliki ketahanan psikis maupun emosional dalam menghadapi stress.
Pemanfaatan potensi kesadaran emosional dan pikiran adalah focus dalam optimalisasi potensi diri dalam metoda ini yang dipadukan dengan olah gerak dan nafas terttentu. Tehnik meditasi digunakan untuk mendapatkan kondisi kesadaran, dan menggunakan teknologi brainwave entrainment untuk penyelarasan frekwensi gelombang otak.
Beberapa hal mendasar yang mungkin dapat anda lakukan sebagai upaya mengatasi stress berkaitan dengan potensi kesadaran emosional anda adalah:
  • Memiliki kesadaran bahwa tidak ada kesempurnaan yang utuh atau melupakan kesempurnaan [Forget ferpection], sebagian dari kita mungkin selalu mendambakan kesempurnaan dalam setiap halnya. Sesungguhnya keinginan untuk selalu mendapatkan kesempurnaan, dapat memicu munculnya stress. Hal yang perlu disadari adalah tidak ada sesuatupun yang sempurna selain dari Yang Maha Sempurna [Allah], oleh karena itu keinginan untuk sesalu mendapatkan kesempurnaan diartikan sebagai suatu upaya untuk mendapatkan yang terbaik.
  • Bertanggungjawab terhadap komitment anda [Take responsibility for your commitments], apakah anda selalu datang terlambat? Atau apakah anda sering ketiduran atau merasa kelupaan untuk masuk kerja? Buatlah sebuah komitmen terhadap diri anda, dan yang penting adalah anda mampu mengambil sebuah tindakan untuk dapat mengatasi perilaku yang disebabkan oleh stress seperti ini. Salah satu tindakan yang dapat anda lakukan adalah membeli jam alarm yang dapat deprogram untuk mengingatkan anda kapan waktunya anda harus bekerja atau melakukan kegiatan lainnya.
  • Memiliki cara berfikir positif, dan menghentikan kebiasaan berfikir yang negative [Stop stinking thinking], hati-hati dengan pembicaraan dan pikiran yang tidak baik atau kebiasaan untuk membicarakan orang lain seperti menggunjingkan teman sesama karyawan. Hal-hal tersebut harus anda hentikan dan diubah dengan melakukan upaya perilaku yang positif dan berpikiran positif. Anda tidak lagi menggunjingkan teman, berbicara tentang hal-hal yang baik dan berfikiran yang positif.
  • Mengetahui kapan saatnya anda keluar dari suatu kondisi untuk melakukan istirahat dan penyegaran [Know when to walk away], mungkin anda pernah merasakan bahwa adakalanya kita mengalami kejenuhan, kebosanan atau merasakan bahwa kepenatan ada dalam kehidupan dan dalam berbagai aktivitas kita. Sebelum hal tersebut terjadi, maka anda harus mampu untuk melakukan tindakan ‘keluar’ sejenak dari situasi yang dialami. Seperti mengambil istirahat, melakukan rekreasi atau mencari suasana penyegaran agar ‘suhu’ dalam tubuh dan mental kita kembali normal.
4.2.3 Aplikasi metoda QSP
Untuk dapat mengaplikasikan metoda ini maka terlebih dahulu anda harus menyiapkan seperangkat headphone strereo dan Computer, MP 3 player atau Handphone. Selanjutnya anda mendownload program brainwave entrainment tertentu sesuai dengan keperluan dan tujuan anda. Program tersebut berupa music binaural [binaural beats] yang dapat diformat dalam bentuk mp3. Selanjutnya beberapa tahapan berikut dapat anda ikuti:
  1. Pilihlah tempat yang nyaman dan tidak banyak gangguan.
  2. Duduk dengan tegak tapi tidak tegang atau berbaring dengan nyaman.
  3. Pakai headphone dan nyalakan program binaural beats-nya pada frekwensi tertentu yang telah diatur.
  4. Atur pernafasan dengan pola nafas segitiga dan rambatan seperti yang diajarkan [dalam pelatihan]
  5. Setelah anda dalam posisi nyaman, mulailah memfokuskan perhatian pada pola nafas anda sambil mendengarkan binaural beats.
  6. Lakukan proses ini dalam waktu yang sesuai dengan programnya.
Untuk lebih jelasnya tentang bagaimana metoda dan aplikasinya dapat anda ketahui dan kuasai dalam pelatihan yang dilaksanakan. Ikuti pelatihannya dan anda akan mendapatkan banyak manfaat.
5. PENUTUP
Stress adalah sesuatu yang alami, ada dan akan menyertai dalam perjalanan kehidupan kita. Kemampuan dalam mengantisifasi dan menanggulanginya merupakan sesuatu keterampilan yang tidak semua orang mampu melakukaknnya. Melalui kemampuan dalam pengelolaan stress, maka stress tidak lagi akan membawa dampak yang negative, bahkan mungkin akan menjadi kekuatan pendorong bagi kita untuk mampu meraih kesuksesan dalam kehidupan.

---------ooOoo---------
REFERENSI:
  1. Chris Christian, Stress reduction and exercise: Evidence Suggest Physical activity Lowers Stress Via Brain Chemicals.
  2. Carla Crepin-Swift, Stress Management for the Workplace: Understanding and Managing the Cause of Stress in the Organizations.
  3. Helpguide.org. Stress at Work: How to Reduce and Manage Job and Workplace Stress.
  4. Helpguide.org. Stress Management: How to Reduce, Prevent, and Cope With Stress.
  5. Mokhamad M. Dodi, Optimalisasi Potensi Diri melalui Olah Daya Samakta
  6. Mokhamad M. Dodi, Acceleration Mindpower [Modul pelatihan]
  7. Stressmanagementtips.com: Stress management in the Workplace.
  8. Workstressreduction.com: Stress Management in the Workplace: understanding Workplace Stress.
  9. vivanews. Com: Kapan stress bisa jadi penyakit?