1. PENDAHULUAN
Stress adalah suatu
kondisi manakala sebagaian dari keadaan pikiran anda terganggu dan
tekanan perasaan serta emosi anda mengalami peningkatan. Anda dapat
mengalami stress saat dirumah, ditempat kerja atau dimanapun. Anak
andapun dapat mengalami gangguan stress karena berkaitan dengan
sekolah atau berhubungan dengan pola asuh dan lingkungan
sepermainannya. Apabila tidak ditangani dengan benar, stress dapat
mengganggu dan merugikan kesehatan serta kehidupan anda.
Bagi kalangan pekerja di
seluruh dunia, stress disaat bekerja merupakan salah satu yang dapat
menjadi tantangan dan permasalahan bagi mereka. Kondisi stress yang
mereka alami dalam lingkungan kerja, bisa berdampak pada kehidupan di
luar pekerjaannya, walaupun pada dasarnya stress tersebut muncul dari
tantangan dan situasi kerja yang mereka hadapi. Dalam suatu tatanan
masyarakat pra-sejahtera, stress yang dimunculkan karena ketidak
berdayaan dalam memenuhi tuntutan kebutuhan hidup yang paling
mendasar menjadi penyebab utama munculnya stress dan selanjutnya
dapat memunculkan berbagai masalah. Kemampuan kita dalam mengelola
stress menjadi penentu apakah kita dapat dikatakan sebagai orang yang
mampu meraih kesuksesan dalam bekerja atau justru kita malah menjadi
orang yang termasuk gagal dalam meraih kesuksesan kerja.
Stress dalam kadar
tertentu atau rendah dapat menjadi motivasi, tetapi dalam kadar yang
lebih atau tinggi, stress dapat mengganggu kesehatan dan suasana
kerja. Mengapa kita harus mampu untuk mengelola stress, karena pada
kenyataannya stress akan berdampak pada kondisi fisik, mental dan
emosional kita. Tanpa penanganan dan pengelolaan yang benar dan
efektif, stress yang berkaitan dengan kerja, akan memberikan dampak
yang semakin besar atau seperti snowball effect, sampai
memunculkan perilaku yang merugikan seperti, ketidakhadiran mental
[absenteeism], ketidakmampuan [disability], tidak
memiliki keterampilan berkomunikasi [poor communication skills]
dan tidak memiliki keterampilan dalam menjalin hubungan di tempat
kerja [poor relationships at work]. Dalam tulisan ini kita
akan mencoba mengetahui penyebab stress yang muncul di lingkungan
kerja, apa akibat yang dapat ditimbulkannya, dan bagaimana caranya
agar kita dapat mengatasi dampak yang ditimbulkannya terhadap diri
kita di lingkungan kerja atau dalam kehidupan sehari-hari kita.
1.1 MENGAPA KITA
MENGALAMI STRESS
Stres sebenarnya
merupakan sesuatu yang bersifat alami, sebagai tanggapan secara
psikis terhadap persepsi kita tentang sebuah rangsang [stimulus].
Dengan kata lain bahwa stress sebenarnya merupakan reaksi alami dari
tubuh kita ketika menanggapi suatu rangsang tertentu. Jadi stress
merupakan reaksi alami yang dilakukan oleh tubuh kita melalui suatu
mekanisme tertentu. Reaksi yang diberikan tubuh [stress] itu
sebenarnya memiliki tujuan untuk perlindungan diri kita dan
mekanisme yang bekerja dalam kaitan ini adalah apa yang diistilahkan
dengan kondisi ‘flight and fight’ dalam system saraf kita.
Disaat kita berusaha untuk dapat bertahan dalam suatu situasi
misalnya ketika mendapat tekanan suatu rangsang [stimulus] yang bisa
menyebabkan munculnya stress, maka stress adalah suatu kondisi dimana
tubuh kita melakukan pelepasan adrenaline yang mendorong
system tubuh kita untuk ‘bertempur’ [fight] melawan
stimulus atau rangsang tersebut.
Stimulus stress di
lingkungan kerja bisa bersifat fisik atau emosional, seperti
pemecatan [PHK] atau adanya perlakuan yang tidak menyenangkan
[pelecehan, penekanan, pengucilan] dari sesama karyawan dan tekanan
dari atasan. Tetapi sebenarnya tidak semua penyebab stress adalah
karena adanya stimulus yang negative atau tidak menyenangkan. Dalam
kenyataannya ada beberapa penyebab stress yang bahkan terkadang
adalah suatu kondisi atau kejadian yang menyenangkan. Seperti contoh,
misalnya anda mendapatkan promosi kenaikan jabatan yang lebih tinggi
dari jabatan yang anda duduki sekarang. Promosi kenaikan jabatan itu
merupakan suatu kejadian yang menyenangkan tentunya, tetapi dengan
kenaikan jabatan, maka sudah pasti akan diikuti dengan tuntutan tugas
dan tanggung jawab yang lebih besar pula. Besarnya tuntutan tanggung
jawab dan tugas yang harus diselesaikan berkaitan dengan jabatan
pekerjaan itu, bisa menjadi penyebab munculnya stress yang anda
alami.
Tiga kategori utama yang
dapat menjadi penyebab munculnya stress dalam kehidupan kita yaitu
berkaitan dengan:
- Ketidak terpenuhinya kebutuhan [lack of needs] yang berkaitan dengan kebutuhan:
- Psikologis
- Keamanan
- Kepemilikan atau penerimaan
- Ego atau status
- Aktualisasi diri
- Hubungan dalam kehidupan Organisasional [organizational]:
- Lingkungan fisik
- Hubungan peran [role-related]
- Jalinan relasi [relationships]
- Perubahan dalam keorganisasian
- Kehidupan [life]:
- Perubahan pribadi [personal change]
- Trauma pribadi [personal trauma]
Ketika kebutuhan dasar
sebagai seorang manusia tidak dapat anda penuhi, maka anda akan
mengalami situasi stress. Sebagai contoh, jika anda menjadi
pengangguran, anda akan dihadapkan pada situasi dimana anda akan
mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan disaat menjalin hubungan
dengan yang lain, kurang mendapat penerimaan dan tidak mendapatkan
posisi dalam lingkungan keluarga atau masyarakat. Kondisi yang
demikian akan memicu anda untuk dapat mengalami stress. Demikian pula
dalam kondisi dimana organisasi tempat kerja anda yang tidak
menyenangkan atau terjadi perubahan menyangkut tata kelola atau
aturan kerja, maka adanya perubahan dapat menyebabkan anda mengalami
stress. Dalam kehidupanpun seperti peristiwa pernikahan, perceraian
atau kematian anggota keluarga yang anda alami, semuanya dapat
menjadi penyebab munculnya stress pada diri anda.
Seperti telah disebutkan
diatas, bahwa stress dalam kadar tertentu bisa berarti positif,
tetapi walaupun demikian tetaplah bahwa stress lebih cenderung dapat
memberikan akibat yang tidak baik. Tentunya hal yang terpenting
adalah bagaimana anda dapat mengatasi stress yang anda alami sendiri.
Kapan stress dapat menjadi masalah? Menurut Dr. Suryo Dharmono, Sp.Kj
dari departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran UI mengatakan bahwa
stress yang berkepanjangan atau berlebihan dapat merugikan individu
dan bisa menambah penderitaan [distress].
Menurut Dr. Suryo
Dharmono seperti dikutip vivanews, stress memang bisa menyebabkan
berbagai penyakit. Khususnya, apabila kemampuan seseorang untuk
menghadapi masalah mengalami penurunan. Bila itu terjadi, anda perlu
waspada, karena bisa jadi, stress yang anda alami sama dengan sakit.
Selain itu stress bisa dikatakan sama dengan penyakit bila stress
sampai menyebabkan berbagai keluhan psikis [mental emosional] maupun
fisik. Dan jika stress menyebabkan hambatan dalam kehidupan
psikososial, seperti menghambat pergaulan, pekerjaan bahkan
penggunaan waktu senggang, maka anda juga perlu waspada.
Gejala-gejala stress
menurutnya:
- Keluhan kronis berbagai gangguan fisik, seperti sakit maag, pusing sakit kepala, sakit pinggang, sering masuk angin, dan berbagai keluhan yang berpindah-pindah.
- Selalu mengeluh tidak bisa tidur, meskipun orang didekatnya melihatnya cukup tidur.
- Pelupa, sulit berkonsentrasi, sulit berfikir, pikiran kosong atau buntu.
1.2 BELAJAR MENGELOLA
STRESS YANG BERKAITAN DENGAN PEKERJAAN
Apabila anda dapat
mengetahui tentang stress yang berkaitan dengan pekerjaan, itu
merupakan sesuatu yang baik, hal itu dimaksudkan supaya anda dapat
untuk belajar mengelolanya, sehingga stress itu tidak menjadi masalah
yang besar lagi bagi anda.
Beberapa hal yang perlu
anda pahami dalam upaya mengelola stress dalam pekerjaan anda adalah
meliputi:
- Bagaimana anda dapat menghadapi terhadap kondisi stress yang dialami
- Membatasi pengaruh stress terhadap kondisi kesehatan
- Belajar untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan membangun relasi dengan sesame yang lebih baik
2. TIPE DAN PENYEBAB
STRESS
2.1 Pendahuluan
Seperti yang telah
diungkapkan dimuka, bahwa tipe positif dari stress adalah dapat
memberikan motivasi dan mendorong kita untuk lebih meningkatkan
kualitas kepribadian kita, jalinan relasi dan hidup kita secara
keseluruhan. Sebagai contoh, saat anda memiliki anak, anda akan
mengalami kondisi stress seputar kehamilan, saat persalinan dan
dalam perawatan bayi setelah lahir. Kondisi stress demikian merupakan
kondisi yang positif. Tetapi juga akan berhubungan dengan stress yang
negative, seperti kecemasan terhadap kesehatan bayi, kurang tidur,
pemenuhan kebutuhan dan perlengkapan bayi atau tentang hal lainnya
yang berkaitan dengan kondisi bayi, dan itu semua merupakan stress
negative yang muncul berkaitan dengan kelahiran anak.
Positife stress yang kita
alami dinamakan dengan istilah “eustress”. Dalam
pekerjaan, eustress dapat disebabkan oleh banyak hal seperti:
- Mendapatkan pekerjaan baru
- Mendapatkan promosi jabatan
- Kemampuan meraih prestasi
- Memiliki tugas tambahan dan tanggungjawab berkaitan dengan posisi anda
- Menjadi pemimpin dalam team kerja
- Menjadi pemimpin untuk suatu projek
- Mendapatkan penghargaan
Apabila ‘eustress’
ini tidak dapat ditangani dengan baik akan mengakibatkan
‘distress’. Distress secara sederhana diartikan
sebagai stress negative. Sebagai contoh, promosi kenaikan
jabatan yang anda dapatkan tentunya akan mengundang kecemburuan dari
teman sejawat anda. Kecemburuan teman sejawat akan mempengaruhi
relasi yang terjalin dan suasana emosional yang menyertainya. Mungkin
teman sejawat anda yang biasanya akrab dan hangat ketika berhubungan
dengan anda, sekarang setelah anda mendapat promosi kenaikan jabatan
menjadi seolah menjaga jarak dan tidak seakrab sebelumnya. Demikian
pula misalnya apabila anda memimpin sebuah projek, itu dapat berarti
anda mendapat tambahan penghasilan tetapi berkaitan pula dengan
penambahan beban tanggungjawab dan tugas yang harus diselesaikan.
Intinya, bahwa positif stress dapat berubah menjadi negative
stress apabila anda tidak memiliki kesiapan untuk mengelolanya,
eustress dapat berubah menjadi distress.
Stress juga bisa
disebabkan oleh karena adanya gangguan bio-ritme tubuh yang
dikenal dengan istilah pola Irama Sirkadian [circadian rhytm].
Irama Sirkadian adalah perputaran irama fisiologis tubuh yang
berulang selama 24 jam mengikuti rotasi bumi. Irama Sirkadian ini
berfungsi berdasarkan jam biologis. Secara endogen irama Sirkadian
diatur oleh nucleus suprachiasmatic yang berlokasi di otak
pada bagian anterior hyphotalamus. Kerusakan pada bagian ini
akan menyebabkan gangguan pada irama Sirkadian. Fisiologi tubuh yang
dipengaruhi irama Sirkadian adalah tidur, kesiapan kerja, sekresi
hormone dan lambung, aktivitas bronkhus, tekanan darah, kecemasan,
performa kerja, metabolic rate, dan memori jangka pendek.
Menurut Dr. dr. Adnil
Edwin Nurdin, Sp.Kj bahwa irama Sirkadian dikendalikan oleh suatu
bagian di otak yang disebut dengan nucleus suprakiasmatik yang
aktivitasnya dipengaruhi oleh sudut datang cahaya matahari yang
ditangkap oleh mata sehingga terjadi perubahan fisiologis tubuh
secara ritmik setiap harinya. Irama sirkadian berlaku pada fungsi
tubuh seperti tidur, suhu tubuh, tekanan darah, produksi hormon,
pencernaan, jantung, metabolism dan kerja otot. Apabila irama
sirkadian terganggu maka akan muncul gejala-gejala seperti kelelahan,
insomnia, konstipasi, bahkan dapat memicu penyakit metabolic
diabetes mellitus dan penyakit jantung. Irama sirkadian dapat
terganggu karena waktu tidur yang tertunda [delayed phase
syndrome], pergeseran jadawal kerja [shift work] dan jet
lag.
Tubuh manusia berkembang
dalam irama ‘diurnal’ [tidur pada malam hari dan bangun
pada siang hari]. Pola ini tetap dari waktu ke waktu. Jika pola ini
terganggu tubuh berusaha menyesuaikan dan tidur menjadi lebih sulit
[Shultz & Shultz, 1994]. Irama sirkadian akan terganggu pada
pekerja yang memiliki jadwal kerja yang bergilir [shift].
Kerja gilir dapat
mempengaruhi irama Sirkadian melalui dua cara yaitu:
- Kerja gilir mengharuskan pekerja terjaga dan aktif selama fase tidur atau istirahat.
- Jadwal kerja gilir dapat menyebabkan desinkronisasi irama Sirkadian, karena system Sirkadian bekerja tidak sesuai dengan mekanisme seperti jam waktu pada otak yang menggunakan petunjuk waktu menurut lingkungan [gelap-terang].
Desinkronisasi irama
Sirkadian akan merubah kualitas dan lama tidur pekerja,
konsekuensinya tidur siang menjadi terganggu karena secara normal
dipakai untuk bangun dan bekerja. Sebaliknya terjaga pada malam hari
akan terganggu oleh irama Sirkadian yang secara normal dipakai untuk
tidur.
Gangguan pada pola irama
Sirkadian dalam tubuh seseorang akan berakibat pada kondisi dimana
orang tersebut mengalami gangguan tidur [insomnia] atau
gangguan dalam penyesuaian tidur. Selanjutnya bahwa gangguan dalam
pola tidur yang dialami oleh seseorang akan berdampak pada munculnya
berbagai kondisi yang akan membawa pada lahirnya berbagai
permasalahan seperti stress, kecemasan, depresi atau masalah gangguan
kesehatan lainnya. Mereka yang rentan terhadap gangguan pola
bio-ritme tubuh ini adalah pekerja gilir, yaitu pekerja yang
bekerja di luar jam kerja normal atau bekerja dengan system gilir
[shift].
2.2. Proses Stress
Penyebab atau stimulus
yang mendorong terjadinya stress baik negative atau positif, disebut
sebagai ‘stressor’. Menurut Depkes RI [1983],
stressor psikososial adalah setiap keadaan atau peristiwa yang
menyebabkan perubahan dalam kehidupan seseorang sehingga orang itu
terpaksa melakukan adaptasi atau menanggulangi stressor yang
timbul. Stressor pada lingkungan pekerjaan yang mempengaruhi
kondisi kesehatan seseorang, dapat tunggal atau ganda.
Sesuatu yang menjadi
penyebab munculnya stress bagi anda, mungkin tidak menjadi penyebab
stress bagi teman, atasan atau keluarga anda. Setiap orang akan
memiliki perbedaan tanggapan terhadap stimulus yang ada, tidak
selamanya stimulus yang sama bagi semua orang berakibat stress bagi
semua orang pula. Setiap individu memiliki kemampuan berbeda dalam
menanggapi stimulus yang muncul di lingkungannya. Tetapi yang
terpenting adalah, bahwa tubuh kita memiliki kemampuan untuk
menanggapi setiap stimulus [stressor] yang muncul, dan
kemampuan kita tersebut tentunya berbeda dengan kemampuan yang
dimiliki oleh orang lain atau tidak sama. Bukankah setiap individu
itu unik?
Ketika sebuah stimulus
yang dialami dipersepsikan oleh kita sebagai sesuatu sumber yang
dapat membahayakan, tubuh kita akan memberikan tanggapannya secara
langsung dan bersifat psikis. Ketika suatu situasi ditanggapi oleh
tubuh kita, tubuh kita akan memberikan tanggapan berupa apa yang
dinamakan dengan mekanisme ‘flight or fight reaction’.
Kelenjar pituary akan melepaskan hormone dalam saluran
darah kita yang dinamakan adrenocorticotropic hormone [ACTH]
yang fungsinya merangsang kelenjar adrenal untuk memproduksi
adrenalin dan cortisol, yang dikenal sebagai ‘stress
hormone’[hormon stres]. Proses mekanisme hormonal dalam tubuh
itulah yang membuat kita dapat tetap tenang dan focus ketika
mendapatkan kondisi stress, atau dapat memberikan suatu reaksi yang
tepat pada saatnya, dan terkadang mampu memberikan dorongan kekuatan
dalam suatu kondisi dimana kita lari [flight] menghindar atau
disaat kita untuk tetap diam mengatasinya[fight].
Stress tidak
disebabkan oleh situasi yang kita alami, tetapi oleh reaksi terhadap
situasi yang dialami. Jika kita dapat mengendalikan terhadap
penyebab stress maka kita akan terbebas dari dampak negative dari
stress dalam kehidupan kita.
2.3. Hirarki Kebutuhan
dari Maslow
Pada tahun 1943, Abraham
Maslow mengemukakan teori tentang motivasi yang termuat dalam
tulisannya yang berjudul A Theory of Human Motivation. Dia
mengemukakan bahwa manusia pada umumnya memiliki lima tingkat
kebutuhan yang menuntut untuk dipenuhi dalam kehidupannya. Makin
banyak kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, maka orang akan semakin
termotivasi untuk memenuhinya, dan akan banyak stress yang dialami
apabila tidak mampu untuk memenuhinya. Berikut dibawah ini hirarki
kebutuhan dari Maslow.
Gambar
1: Piramid Hierarki Kebutuhan dari Maslow.
2.1.1 Level-1 Kebutuhan
Fisiologis [physiological Needs]
Menempati posisi paling
bawah dalam hierarki kebutuhan menurut Maslow dan merupakan jenis
kebutuhan yang paling penting, adalah kebutuhan yang sifatnya
fisiologis. Level kebutuhan ini berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan
pokok untuk mempertahankan kelangsungan hidup kita.
Kebutuhan-kebutuhan tersebut akan mengakibatkan stress pada diri kita
apabila kita tidak mampu memenuhinya, kebutuhan tersebut berupa:
- Udara
- Tempat berteduh
- Pakaian
- Air
- Makanan
- Kebutuhan sexual
2.1.2 Level-2 Kebutuhan
rasa aman [safety needs].
Ketika satu kebutuhan
dasar yang sifatnya fisiologis dapat terpenuhi, orang akan berupaya
memastikan bahwa apa yang didapatnya tersebut aman. Rasa aman
merupakan kebutuhan yang mendasar bagi semua orang, dalam berbagai
tingkatan dan cakupannya. Rasa aman tidak hanya berkaitan dengan
kondisi fisik misalnya kesehatan, tetapi juga dalam dimensi yang
non-fisik, misalnya rasa aman berkaitan dengan kondisi keuangan atau
keadilan. Contoh lain tentang rasa aman yang berkaitan dengan
pekerjaan kita adalah seperti:
- Keselamatan dan keamanan kerja
- Tabungan keuangan
- Jaminan asuransi
- Ketersediaan akomodasi
2.1.3 Level-3 Kebutuhan
Kepemilikan [belonging needs].
Kebutuhan tingkat
berikutnya ini adalah berkaitan dengan jalinan hubungan dalam
kehidupan social dan kebutuhan untuk memiliki. Kebutuhan untuk
mmemiliki bukan hanya kepemilikan bendawi, tetapi kepemilikan yang
berkaitan dengan situasi emosional. Orang akan dapat memenuhi
kebutuhan ini dalam jalinan hubungan social di masyarakatnya atau
dalam jaringan hubungan yang lebih luas. Jalinan hubungan ini
didasari rasa emosional, seperti perasaan ingin diterima atau
dicintai. Bukankah pada dasarnya kita ‘membutuhkan’ untuk dapat
memiliki perhatian, tanggapan, cinta, atau kasih sayang dari yang
lain? Bila kebutuhan ini tidak dapat terpenuhi karena adanya gangguan
dalam menjalin relasi dan interaksi dalam lingkungan kehidupannya,
maka kondisi itu akan memunculkan stress. Kebutuhan tingkat ini dapat
dipenuhi dalam jalinan hubungan dalam situasi dan lingkungan yang
beragam, seperti:
- Keluarga
- Sahabat
- Pasangan hidup atau Pacar
- Organisasi kemasyarakatan
- Budaya lingkungan kantor
- Klub olah raga
- Jamaah keagamaan
- Kelompok kegiatan tertentu
2.1.4 Level-4 Ego dan
Status.
Secara sepintas kebutuhan
ego dan status hampir mirip dengan kebutuhan kepemilikan, tetapi pada
dasarnya memiliki perbedaan. Dimana kebutuhan kepemilikan menunjuk
pada kondisi dimana seseorang berusaha untuk menjadi bagian dari
kelompok [in-group], sedangkan kebutuhan ego-status lebih
menunjuk kepada keyakinan orang untuk dapat dilihat, dianggap dan
diposisikan oleh kelompok. Contohnya, kita merasa percaya bahwa kita
cerdas, lucu, perhatian, tanggung jawab, loyal atau banyak hal
lainnya yang menunjukan bagaimana keberadaan kita dalam kehidupan
kelompok. Orang akan cenderung untuk memenuhi kebutuhan ini dalam
arti:
- Kedudukan dan pencapaian dalam pelaksanaan kerja
- Penumpukan kekayaan
- Penumpukan symbol-simbol status seperti mobil, rumah atau perhiasan
- Memiliki perbedaan dari yang lain
- Berusaha untuk dapat memimpin
- Bangga dengan berbagai frestasi yang diraihnya
Stress dapat terjadi pada
tingkatan ini jika ada perubahan situasi kerja seperti:
- Perubahan naik atau turunnya posisi orang tersebut dalam perusahaan
- Perubahan atau bertambahnya jumlah orang yang memiliki posisi yang sama dengannya
- Perubahan dalam penerimaan keuntungan
- Perubahan berupa bertambahnya tingkat kesulitan kerja
2.1.5 Level-5 Aktualisasi
diri [self actualization needs].
Tingkatan kebutuhan ini
menunjukan pada adanya dorongan untuk menjadi diri sendiri, dan
dorongan keinginan untuk mampu menjadi diri sendiri dengan lebih
memiliki kemampuan untuk dapat menjadi segalanya. Contoh, seseorang
memiliki keinginan menjadi pemimpin atau orangtua yang sempurna.
3. PENGARUH STRESS
3.1 Pendahuluan
Stress yang dialami
pekerja dilingkungan kerjanya merupakan sesuatu yang merugikan dalam
kegiatan suatu lembaga usaha. Stress dalam lingkungan kerja yang
dialami pekerja akan membawa dampak munculnya stress pada bidang
lainnya, sebagai contoh, bila anda mengalami stress saat bekerja maka
akan membawa dampak pada:
- Menurunkan semanagat kerja
- Menurunkan unjuk kerja
- Menurunkan tingkat kepuasan kerja
- Meningkatkan konflik
Dalam banyak kasus, pada
kenyataannya pekerja enggan untuk melaporkan kondisi dan penyebab
stress yang dialaminya, hal ini karena mereka tidak mau mendatangkan
perhatian dari sesama pekerja lainnya. Dengan kata lain mereka akan
membiarkan kondisi itu terjadi dan semakin tumbuh dan menjadi besar
hingga saatnya menimbulkan masalah yang serius. Padahal dalam
kenyataannya seorang pekerja yang akan mengalami stress akan
mempengaruhi pekerja lainnya dalam lingkungan kerja mereka.
3.2 Tingkatan Stress
Semua stress tidak
dibentuk secara sama. Stress bisa dalam tingkat yang ringan dan
sewaktu-waktu, atau dapat juga dalam tingkatan yang berulang dan
terus menerus. Ada tiga tingkatan stress yang berbeda, dimana
masing-masing memiliki gejala yang berbeda. Tiga tingkatan tersebut
menunjuk pada tingkat stress yang akut [acute], berkala
[episodic acute] dan kronis [chronic].
3.3 Tanda Peringatan
Stress
Beberapa tanda sebagai
peringatan yang dapat anda ketahui atau rasakan disaat stress
terjadi:
- Munculnya kecemasan
- Kehilangan semangat
- Kehilangan ketertarikan pada pekerjaan
- Kehilangan konsentrasi
- Ketegangan otot dan mengalami gangguan sakit kepala
- Enggan untuk bergaul atau senang dalam kesendirian
- Kehilangan gairah sex
- Mengkonsumsi alcohol, rokok atau obat
- Konsumsi makan yang berlebihan atau berkurang [pola makan tidak teratur]
3.4 Bagaimana anda dapat
mengatasi stress
Banyak cara yang
dilakukan orang untuk mengurangi atau mengatasi stress, mulai cara
yang positif sampai dengan cara yang negative. Penggunaan berbagai
cara untuk mengatasi stress dengan hal-hal yang tidak baik, biasanya
akan menimbulkan permasalahan lainnya yang mungkin saja lebih berat
dari beban stress yang dialami. Contoh, karena ada tekanan stress
yang anda alami, maka anda melampiaskannya dengan mengkonsumsi
alcohol atau obat-obatan. Mungkin dengan minum minuman, anda dapat
merasakan suasana tenang sesaat, tetapi lama kelamaan anda menjadi
pecandu alcohol, dan akan merusak kesehatan tubuh dan mental anda.
Berikut contoh-contoh cara yang dipakai untuk mengatasi stress dengan
cara yang tidak baik:
- Makan banyak [overeating]
- Mengkonsumsi alcohol
- Menjadi pecandu rokok
- Mengkonsumsi obat-obatan terlarang
- Terlalu banyak tidur
- Menarik diri dari pergaulan social [mengisolasi diri]
- Membuang waktu percuma seperti nonton tv terus menerus
- Membiarkan kondisi mental menderita dan tidak peduli pada penyebab stress [sikap dan perilaku tidak perduli]
4. MENGATASI STRESS
DENGAN METODA ‘QSP’ [QUANTUM SELF PROGRAME]
4.1 Pendahuluan
Pada dasarnya stress
adalah reaksi [respon] yang diberikan tubuh terhadap suatu
rangsangan [stimulus] yang muncul. Setiap orang memiliki
respon tubuh yang berbeda, oleh karena itu suatu rangsangan
[stimulus] bisa menjadi penyebab stress [stressor] bagi
seseorang tetapi tidak bagi orang lainnya. Gejala stress bisa
berdampak pada munculnya berbagai permasalahan yang berkaitan dengan
kesehatan, emosional dan social. Penanganan gejala stress adalah
sebuah upaya pengelolaan [managing] agar stress tidak
memberikan dampk yang merugikan dan tidak memunculkan permasalahan
lainnya.
Munculnya stress bagi
seseorang bisa disebabkan oleh banyak hal, bisa disebabkan oleh
hal-hal yang berkaitan dengan factor social, emosional atau
lingkungan [situasional]. Tetapi terlepas dari factor
stressor-nya, yang terpenting adalah bagaimana upaya untuk
mencegah dan menanggulangi gejala dan permasalahan stress, sehingga
stress tersebut tidak lagi menjadi sesuatu yang merugikan. Memang
tidak selamanya stress bisa berdampak negative, karena ada juga
stress yang memiliki arti positif. Stress yang dalam arti positif
seperti disebutkan dalam uraian terdahulu, dinamakan dengan istilah
‘eustress’ dan stress yang memiliki arti dan dampak negative
diistilahkan dengan ‘distress’. Dalam kenyataannya eustress dapat
berubah menjadi distress. Oleh karena itu yang dimaksudkan dengan
istilah pengelolaan stress adalah difokuskan pada stress dalam arti
negative [distress], sedangkan dalam arti positif [eustress]
pengelolaannya dimaksudkan untuk mempertahankan dan membangun
eustress tersebut untuk menjadi power yang bermanfaat
bagi kehidupan. Model penanganan yang demikian memiliki bentuk
penanganan yang menyeluruh, atau secara comprehensive.
Metoda QSP adalah sebuah
metoda penanganan gejala dan permasalahan yang berkaitan dengan
stress yang dihadapi dan dialami oleh pekerja dan masyarakat pada
umumnya. Metoda ini merupakan sebuah kompilasi dari tehnik-tehnik
penanggulangan stress yang telah ada seperti tehnik meditasi
relaksasi, dipadukan dengan pemanfaatan tehnologi rekayasa gelombang
otak [brainwave entrainment] dan didasarkan pada penyadaran
terhadap potensi daya yang dimiliki serta penanaman kondisi ingat
terhadap Allah swt. Perpaduan dari ketiga tehnik tersebut,
menjadikan metoda QSP sebagai sebuah cara antisifasi dan terafi
stress dengan pendekatan secara menyeluruh menyangkut sisi fisik,
psikis dan mental emosional.
Metoda ini dapat
diaplikasikan oleh siapapun karena bersifat umum, mudah, murah,
efektif dan hasilnya dapat dengan cepat dirasakan.
4.1.1 Meditasi
Meditasi adalah sebuah
upaya pemusatan pikiran dan perasaan untuk mencapai suatu kondisi
yang tenang, damai dan nyaman. Berbeda dengan arti kata konsentrasi
yang diartikan sebagai suatu upaya pemusatan perhatian atau pikiran
pada satu hal. Sedangkan kontemplasi diartikan sebagai renungan dan
sebagainya dengan kebulatan pikiran atau perhatian penuh. Dalam
meditasi melibatkan perasaan, perhatian dan pikiran serta biasanya
sebagai upaya untuk pencapaian suatu tujuan. Tujuan yang ingin
dicapai bisa bersifat fisik seperti kebugaran atau psikis berupa
ketenangan. Sedangkan konsentrasi tidak melibatkan unsur perasaan,
hanya perhatian dan pikiran. Secara umum maka dalam arti meditasi
terkumpul pengertian konsentrasi dan kontemplasi, meditasi merupakan
konsentrasi dan kontemplasi yang dilakukan untuk maksud tertentu.
Meditasi sebagai sebuah
istilah yang terlahir dari sebuah konsep keyakinan dan budaya
tertentu telah mengalami pelebaran dalam pemaknaannya. Dalam
keperluan pembahasan disini, meditasi tidak dipahami sebagai sebuah
bagian dari konsep keyakinan, tetapi meditasi dimaknai sebagai
istilah yang diartikan untuk keperluan teknis semata.
Pengertian meditasi dalam
istilah teknis, maksudnya adalah bahwa meditasi merupakan sebuah
konsep untuk menunjuk pada serangkaian metoda dan tehnik yang
dilakukan dengan cara-cara tertentu dalam upaya pencapaian sebuah
kondisi atau maksud. Jadi meditasi bukan dalam arti sebuah
peribadatan ajaran tertentu, tetapi meditasi dalam dimaksudkan disini
adalah sebuah bagian dari proses dari tehnik dalam upaya optimalisasi
kekuatan pikiran bawah sadar. Cara dan maksud yang dilakukan dalam
meditasi disini dengan meditasi peribadatan [ritual] ajaran tertentu,
tentunya berbeda.
4.1.2
Pengaruh Meditasi
Bagaimana meditasi dapat
memberikan pengaruh pada diri kita dalam kaitannya sebagai satu
tehnik penanggulangan stress? Secara singkat dapat dikatakan bahwa
meditasi secara umum memberikan pengaruh pada otak dan pikiran kita.
Meditasi dapat memberikan peningkatan dan perbaikan struktur sel
dalam otak, demikian pula melalui meditasi kita akan mendapatkan
pikiran yang lebih baik, cerdas dan jelas.
Pengaruh-pengaruh
tersebut diantaranya:
- Mengatasi stress [stress reduction], manfaat meditasi yang sudah banyak dikenal adalah salah satunya untuk mengatasi stress. Tetapi mungkin yang belum banyak diketahui adalah bagaimana stress tersebut dapat mempengaruhi otak baik secara langsung maupun tidak langsung. Sebagai contoh sebuah penelitian di universitas St Louis menunjukan bahwa stress dapat menghilangkan kesadaran sebagian ingatan anda. Stress yang berlangsung lama akan merusak jaringan otak yang anda miliki, dan ternyata meditasi dapat membantu untuk mengatasinya seperti hasil penelitian yang dilakukan oleh Kimberly A Williams, Ph.D dari Universitas West Virginia, dia membuktikan bahwa meditasi dapat membantu seseorang dalam upayanya mengatasi stress.
Penelitian lainnya di
lakukan di University Massachusetts Medical School, hampir 15 000
orang di seluruh negara bagian, telah mengikuti pelatihan Mindfulness
Based Stress Reduction [MBSR], hasilnya bahwa ternyata meditasi
dapat mengurangi rasa sakit [pain] dan kecemasan [anxiety].
Dan penelitian lain menunjukan bahwa meditasi mampu menghilangkan
depresi dan dapat dipakai sebagai terafi dalam upaya penurunan berat
badan.
- Latihan otak [brain training],
Giuseppe Pagnoni, Ph.D di
Emory University School of Medicine mengatakan bahwa meditasi lebih
merupakan pelatihan mental dari hanya sekedar relaksasi [meditation
more mental training than relaxation]
- Meningkatkan kemampuan struktur fisik otak [physical brain improvement].
Meditasi merupakan suatu
kegiatan yang melibatkan sebagian fisik [raga] dan sebagian mental
[jiwa], dapat merubah structur otak. Banyak penelitian yang
membuktikan tentang hal tersebut.
- Kesehatan otak yang lebih baik [better brain health].
Seperti telah disampaikan
di muka bahwa stress dapat menyebabkan kerusakan pada otak, dan
meditasi merupakan satu cara untuk mengatasi dan meningkatkan
kekuatan otak. Hal tersebut karena dalam meditasi, otak menerima
suplay oksigen yang maksimal. Ini terjadi karena dalam meditasi
selalu disertai dengan olah nafas. Melalui olah nafas maka
pengambilan oxygen dan penyalurannya akan berjalan dengan optimal.
- Pengaruh lainnya adalah seperti:
- Memperlambat proses penuaan
- menurunkan system metabolic dan detak jantung
- Menurunkan tekanan darah
- Menurunkan tingkat kolesterol
- Meningkatkan kadar oxygen dalam darah
4.1.3 Manfaat dan
Kegunaan Meditasi
Meditasi bukanlah sebuah
kegiatan yang sia-sia, meditasi bukanlah kegiatan seperti sedang
mengkhayal, tetapi meditasi merupakan suatu tindakan sadar karena
orang melakukan meditasi tahu dan paham akan apa yang sedang
dilakukan. Manfaat meditasi yang dilakukan bisa terasa secara
langsung maupun tidak langsung dirasakan secara fisik. Salah satu
manfaat tersebut adalah kesembuhan yang diperoleh, jika mengalami
sakit tertentu. Dari sudut pandang fisiologis, meditasi adalah
anti-stress yang paling baik, seperti diuraikan diatas. Disaat
mengalami stress, denyut jantung dan tekanan darah meningkat,
pernafasan menjadi cepat dan pendek, dan kelenjar adrenalin
memompa hormon-hormon stress. Selama melakukan meditasi maka detak
jantung melambat, tekanan darah menjadi normal, pernapasan menjadi
tenang, dan tingkat hormon stress menurun. Telah banyak penelitian
ilmiah yang menunjukan bahwa meditasi bermanfaat untuk mengatasi
gangguan fungsi ginjal dengan peningkatan produksi melatonin
dan seratonin serta menurunkan hormon streskortisol.
Dr. Herbert Benson, seorang ahli jantung dari Universitas Harvard,
adalah orang pertama yang dengan penuh keyakinan menggabungkan
manfaat meditasi dengan pengobatan gaya barat. Secara ilmiah, ia
menjelaskan manfaat-manfaat dari meditasi yang telah dipraktekkan
orang selama berabad abad.
Manfaat meditasi
diantaranya adalah:
- Organ-organ tubuh dan sel tubuh akan mengalami keadaan baik dan bekerja lebih teratur.
- Sebagai cara terafi penyembuhan penyakit fisik dan psikis
- Anti stress yang paling baik dan efektif
- Mampu mengatur dan mengendalikan orang lain dalam kondisi tertentu.
- Mampu mengerti dan memahami pikiran orang lain.
- Peningkatan konsentrasi dan motivasi dalam beraktivitas.
- Mampu menerima suka dan duka, kesulitan, dan kebaikan hidup dengan baik.
- Dipakai dalam tehnik optimalisasi kekuatan pikiran bawah sadar
- Dan lain sebagainya
4.2 Technology Brainwave
Entrainment
Otak merupakan salah satu
bagian terpenting dalam struktur tubuh manusia, walaupun hanya
memiliki berat kurang lebih 2% dari berat badan manusia dewasa atau
sekitar 1500 grm saja, tetapi otak mengkonsumsi 20% oksigen yang
diserap tubuh dan memerlukan sekitar 400 kalori energi setiap
harinya. Begitu pentingnya kebutuhan oksigen bagi otak, sehingga
jaringan otak manusia mempunyai tingkat kerentanan terhadap perubahan
oksigen dan glukosa darah. Jika otak dalam rentang waktu sekitar
sepuluh detik saja otak tidak menerima aliran darah, maka akan
mengakibatkan kehilangan kesadaran, dan apabila sampai hitungan menit
maka yang terjadi adalah kerusakan jaringan otak.
Otak manusia dengan
pikirannya, merupakan bagian yang bertanggung jawab dalam memberikan
kendali dan kontrol terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran
manusia, oleh karena itu terdapat kaitan yang erat antara otak dengan
sistem tubuh dan pikiran manusia. Otak memiliki struktur dan jalinan
sel-sel syaraf yang sangat rumit, membentuk sebuah sistem yang maha
canggih dengan pengaturan dari ‘qudrat dan irodat’
dari sang Pencipta.
Otak manusia memiliki
milyaran sel yang disebut dengan ‘neuron’ , dalam
kenyataannya neuron ini saling berhubungan dan berkomunikasi dengan
memancarkan gelombang listrik. Gelombang listrik yang dipancarkan
neuron dalam otak dinamakan ‘gelombang otak’ atau ‘brainwave’.
Gelombang otak dapat diketahui dengan alat ukur yang bernama
‘electroencephalograph [EEG]’, melalui EEG ini diketahui
bahwa gelombang otak yang dihasilkan oleh neuron bervariasi
antara 0-30 Hz, dan dalam rentang ini gelombang otak dikategorikan
dalam beberapa jenis tingkatan gelombang seperti, delta, theta,
alpha, beta dan gamma. Setiap gelombang memiliki karakteristik yang
berbeda antara satu dan lainnya, serta setiap bentuk gelombang yang
muncul berkaitan dengan kondisi mental seseorang .
Pikiran pada dasarnya
merupakan aktivitas sell otak yang menghasilkan energi listrik dalam
bentuk gelombang elektromagnetik yang memiliki karakteristik
dan panjang serta kekuatan gelombang yang berbeda. Gelombang otak
berkaitan dengan situasi mental dan kondisi tubuh seseorang. Karena
gelombang otak [brainwave] tersebut merupakan ‘bentuk
materiil’ pikiran, maka jelaslah bahwa pikiran mampu memberikan
pengaruh terhadap kondisi mental dan fisik seseorang. Jadi bila kita
ingin mengontrol kehidupan kita dalam kaitannya dengan pencapaian
tujuan-tujuan hidup, maka kita harus mampu melakukan kontrol pada
pikiran kita yang ada di otak.
Melalui alat EEG dapat
diketahui getaran, frekwensi, sinyal atau gelombang otak [brainwave]
yang kemudian dapat dikelompokan kedalam beberapa kondisi kesadaran.
Getaran atau frekwensi adalah jumlah pulsa [impuls] perdetik dengan
satuan hz [hertz]. Berdasarkan riset ilmiah, diketahui bahwasannya
frekwensi otak manusia berbeda untuk setiap fase ketika sadar,
rileks, tidur ringan, tidur nyenyak, trance, panik dan sebagainya.
Pada akhirnya para ahli berkesimpulan bahwa gelombang otak
[brainwave] berkaitan dengan kondisi mental dan fisik
seseorang. Jenis – jenis gelombang otak terse but adalah sebagai
berikut:
JENIS GELOMBANG
|
KONDISI MENTAL DAN FISIK
|
BETA [13 – 30 HZ]
HIGH BETA [19 Hz
] ke atas
BETA [ 15 – 18]
Hz
LOW BETA [ 12 –
15] Hz
SENSORY MOTOR
RHYTM [12
- 16] Hz.
|
Waspada dan
konsentrasi. Dalam kondisi gelombang otak Beta pikiran akan tetap
terjaga, tajam dan fokus. Pada kondisi beta, otak akan mudah
melakukan analisis dan penyusunan informasi, membuat koneksi, dan
menghasilkan solusi-solusi serta ide-ide baru.
Beta sangat bermanfaat untuk produktivitas kerja,
belajar untuk ujian, persiapan presentasi atau aktivitas lain yang
membutuhkan konsentrasi dan kewaspadaan tinggi.
|
ALPHA [8 – 13 Hz]
|
Kreativitas, relaksasi dan visualisasi. Gelombang
otak alpha sangat berbeda dengan kondisi beta. Kondisi rileks
mendorong aliran energi kreativitas dan perasaan segar, sehat.
Kondisi gelombang otak Alpha ideal untuk perenungan, memecahkan
masalah, dan visualisasi, alpha bertindak sebagai gerbang
kreativitas kita.
|
THETA [4 – 8 Hz] termasuk gelombang SCHUMAN
RESONANCE [7,83] Hz
|
Relaksasi mendalam, meditasi, peningkatan memori.
Gelombang theta lebih lambat dari Beta , kondisi gelombang otak
Theta muncul saat kita sedang bermimpi saat tidur ringan atau juga
sering dinamakan sebagai mengalami mimpi secara sadar, frekwensi
Theta ini dihubungkan dengan pelepasan stress dan pengingatan
kembali memori yang telah lama. Kondisi senja [twilight] dapat
digunakan untuk menuju meditasi yang lebih dalam, menghasilkan
peningkatan kesehatan secara keseluruhan, kebutuhan kurang tidur,
meningkatkan kreativitas dan pembelajaran.
|
DELTA [0,5 – 4 Hz] dibawah Delta sebagian ahli
berpendapat masih ada gelombang otak yang dinamakam EPSILON
dibawah 0,5 Hz.
|
Penyembuhan, tidur
sangat nyenyak. Kondisi Delta, saat gelombang otak semakin
melambat, sering dihubungkan dengan kondisi tidur yang sangat
dalam. Beberapa frekuensi dalam jangkauan Delta ini diiringi
dengan pelepasan hormon pertumbuhan manusia [human growth hormone]
yang bermanfaat dalam penyembuhan.
Kondisi delta jika dihasilkan dalam kondisi
terjaga akan menyediakan peluang untuk mengakses aktivitas bawah
sadar. Kondisi delta juga sering dihubungkan dengan manusia yang
memiliki perasaan kuat terhadap empati dan intuisi.
|
GAMMA [40 -99] HZ
|
Gelombang Gamma muncul ketika seseorang mengalami
aktifitas mental yang sangat tinggi, misalnya sedang berada di
arena pertandingan, perebutan kejuaraan, tampil dimuka umum,
sangat panik dan ketakutan, hingga terburu-buru karena dikejar
tenggat waktu pekerjaan. Sebagian berpendapat bahwa pada kondisi
Gamma bagi orang tertentu dapat bersentuhan dengan alam metafisik.
|
HYPER GAMMA [100] Hz.
|
Menurut seorang pakar dari Center For Accoustic
Research yaitu Dr. Jeffrey D. Thompson, bahwasannya gelombang
hyper gamma dan lambda berhubungan dengan kemampuan supranatural,
metafisika atau paranormal.
|
LAMBDA [200] Hz
|
Lambda adalah gelombang tertinggi yang diketahui
samapai saat ini , gelombang ini berhubungan dengan kemampuan
supranatural.
|
Manusia memiliki pola
gelombang otak yang berbeda [unik] dan selalu konsisten, karena
uniknya terse but maka setiap orang akan memiliki pola gelombang otak
yang berbeda pada suatu saat tertentu. Keunikan gelombang otak yang
dinampakan oleh seseorang tampak pada komposisi jenis gelombang otak
pada saat tertentu yang menentukan tingkat kesadaran seseorang.
Dengan diketahuinya
keberadaan gelombang otak dan tingkatannya, maka diketahui pula
akibat atau kondisi yng ditimbulkannya pada seseorang dalam
tingkatan-tingkatan gelombang tertentu. Karena gelombang otak
mempengaruhi situasi mental dan kondisi fisik seseorang, maka dengan
mengetahui tingkatan dan kondisi gelombang otak tertentu, kita mampu
untuk melakukan kontrol dengan memberikan stimulus agar mendapatkan
kondisi gelombang otak tertentu sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.
Ilmu pengetahuan modern telah banyak menyajikan teknologi yang
berkaitan dengan memberdayakan gelombang otak untuk kepentingan
tertentu sebagai terafi atau optimalisasi pencapaian tujuan hidup.
Pola gelombang otak
seseorang menentukan keadaan mental seseorang, apakah sedang
bersemangat, berenergi, produktif, kreatif atau sedang malas, sedih,
stress atau kondisi mental lainnya. Kondisi – kondisi mental terse
but ternyata dipengaruhi oleh gelombang otak yang dikeluarkan oleh
sel-sel saraf [neuron] di otak orang tersebut.
4.2.1 Brainwave
Entrainment
Melalui berbagai
penelitian, para ilmuwan telah menemukan bahwa kita dapat menciptakan
kondisi gelombang otak kita sesuai dengan yang diinginkan. Kita tahu
bahwa gelombang otak berkaitan dengan kondisi pikiran kita. Berarti
melalui teknologi tersebut kita dapat membuat suatu kondisi pikiran
kita pada suatu saat seperti yang diinginkan. Seperti kita bisa
membuat otak kita dalam kondisi rileks, serius atau penuh
konsentrasi. Teknologi demikian dinamakan dengan istilah brainwave
entrainment istilah entrainment itu sendiri merupakan istilah
yang biasa dipakai di dunia Fisika yang berarti kecenderungan dua
bagian bergetar sehingga memiliki getaran yang sama. Brainwave
entrainment sering juga diartikan dengan istilah sinkronisasi
gelombang otak, sebab dalam brainwave entrainment dua
gelombang dijadikan stimulus untuk melahirkan satu bentuk gelombang
otak yang diinginkan.
Melalui tehnologi
brainwave entrainment, otak kita diberi stimulus suara dengan
frekuensi tertentu. Suara yang dipakai untuk melakukan stimulus
tersebut tentu tidak seperti suara, atau music pada umumnya,
melainkan berupa bunyi [tones] tertentu yang dapat diterima
oleh otak kita. Dari hasil stimulus tersebut maka otak akan
memberikan respon berupa bunyi [tones] juga yang sesuai dengan
frekuensi dari suara yang dijadikan stimulant. Gelombang bunyi
[tones] yang keluar dari upaya tersebut dinamakan dengan
sebutan binaural beats. Binaural beats adalah suara
dalam frekuensi tertentu yang ada, dihasilkan serta dapat diterima
oleh otak kita. Jadi binaural beats adalah suara yang walau telinga
kita tidak mendengarnya tetapi otak kita mampu menangkapnya. Oleh
karena itu binaural beats sering disebut sebagai suara ilusi,
ada tapi seolah tidak ada.
Penggunaan tehnologi
binaural beats telah lama dipakai di kalangan masyarakat
modern, dan dipakai dalam berbagai kegiatan seperti untuk terafi,
meditasi atau upaya untuk mendapatkan dan meningkatkan kemampuan
otak. Banyak penelitian ilmiah modern yang telah membuktikan manfaat
dari penggunaan tehnologi ini, sehingga di masyarakat maju seperti
Eropa, Jepang dan Amerika penggunaan tehnologi ini sudah begitu akrab
dalam kehidupan masyarakatnya.
Secara sederhana dapat
dikatakan bahwa prinsip kerja tehnologi binaural beats ini
adalah merangsang otak untuk menghasilkan satu atau lebih bentuk
gelombang otak dalam frekwensi tertentu. Gelombang otak yang
dihasilkan untuk selanjutnya akan memberikan pengaruh kepada system
kimia tubuh dan merangsang bagian tubuh untuk dapat menerima dan ada
dalam situasi yang diinginkan. Situasi atau kondisi tersebut sesuai
dengan kondisi gelombang otak yang dihasilkannya. Tentu anda masih
ingatkan, bahwa pikiran kita bisa mempengaruhi tubuh kita dan pikiran
merupakan sesuatu yang dihasilkan dalam otak berupa signal-signal
listrik dalam frekuensi tertentu. Kondisi pikiran kita dapat
diketahui karena adanya gelombang listrik yang dipancarkannya. Jadi
berubahnya frekuensi atau gelombang otak akan diikuti dengan
perubahan pada kondisi tubuh kita.
Penelitian tentang
pengaruh dan manfaat binaural beats sudah dimulai sejak
ratusan tahun silam, dimulai oleh penemuan seorang ilmuan Jerman
bernama Heinrich Wilhelm Dove tahun 1839. Kemudian pada akhir tahun
1070-an, Gerald Oster mempelajari bahwa saat binaural beats
digunakan dalam cara khusus maka kondisi otak yang berbeda dapat
dihasilkan. Kondisi gelombang otak yang dihasilkan,memiliki hubungan
dengan kondisi fisik yang sama dengan gelombang otak tersebut.
Sekarang setelah semakin banyak penelitian ilmiah modern tentang
binaural beats,maka semakin luas masyarakat modern
memanfaatkannya.
4.2.2. Mengatasi stress
dengan metoda QSP.
Metoda QSP pada dasarnya
mengoptimalkan potensi diri untuk mengatasi gangguan dan permasalahan
stress. Walaupun pada hakekatnya tubuh kita telah memiliki mekanisme
sendiri dalam menghadapi kondisi stress, tetapi dengan kemampuan
melakukan optimalisasi pada potensi diri kita maka bukan hanya kita
mampu mengatasi dan menanggulangi permasalahan stress tetapi juga
kita akan memiliki ketahanan psikis maupun emosional dalam menghadapi
stress.
Pemanfaatan potensi
kesadaran emosional dan pikiran adalah focus dalam optimalisasi
potensi diri dalam metoda ini yang dipadukan dengan olah gerak dan
nafas terttentu. Tehnik meditasi digunakan untuk mendapatkan kondisi
kesadaran, dan menggunakan teknologi brainwave entrainment
untuk penyelarasan frekwensi gelombang otak.
Beberapa hal mendasar
yang mungkin dapat anda lakukan sebagai upaya mengatasi stress
berkaitan dengan potensi kesadaran emosional anda adalah:
- Memiliki kesadaran bahwa tidak ada kesempurnaan yang utuh atau melupakan kesempurnaan [Forget ferpection], sebagian dari kita mungkin selalu mendambakan kesempurnaan dalam setiap halnya. Sesungguhnya keinginan untuk selalu mendapatkan kesempurnaan, dapat memicu munculnya stress. Hal yang perlu disadari adalah tidak ada sesuatupun yang sempurna selain dari Yang Maha Sempurna [Allah], oleh karena itu keinginan untuk sesalu mendapatkan kesempurnaan diartikan sebagai suatu upaya untuk mendapatkan yang terbaik.
- Bertanggungjawab terhadap komitment anda [Take responsibility for your commitments], apakah anda selalu datang terlambat? Atau apakah anda sering ketiduran atau merasa kelupaan untuk masuk kerja? Buatlah sebuah komitmen terhadap diri anda, dan yang penting adalah anda mampu mengambil sebuah tindakan untuk dapat mengatasi perilaku yang disebabkan oleh stress seperti ini. Salah satu tindakan yang dapat anda lakukan adalah membeli jam alarm yang dapat deprogram untuk mengingatkan anda kapan waktunya anda harus bekerja atau melakukan kegiatan lainnya.
- Memiliki cara berfikir positif, dan menghentikan kebiasaan berfikir yang negative [Stop stinking thinking], hati-hati dengan pembicaraan dan pikiran yang tidak baik atau kebiasaan untuk membicarakan orang lain seperti menggunjingkan teman sesama karyawan. Hal-hal tersebut harus anda hentikan dan diubah dengan melakukan upaya perilaku yang positif dan berpikiran positif. Anda tidak lagi menggunjingkan teman, berbicara tentang hal-hal yang baik dan berfikiran yang positif.
- Mengetahui kapan saatnya anda keluar dari suatu kondisi untuk melakukan istirahat dan penyegaran [Know when to walk away], mungkin anda pernah merasakan bahwa adakalanya kita mengalami kejenuhan, kebosanan atau merasakan bahwa kepenatan ada dalam kehidupan dan dalam berbagai aktivitas kita. Sebelum hal tersebut terjadi, maka anda harus mampu untuk melakukan tindakan ‘keluar’ sejenak dari situasi yang dialami. Seperti mengambil istirahat, melakukan rekreasi atau mencari suasana penyegaran agar ‘suhu’ dalam tubuh dan mental kita kembali normal.
4.2.3 Aplikasi metoda QSP
Untuk dapat
mengaplikasikan metoda ini maka terlebih dahulu anda harus menyiapkan
seperangkat headphone strereo dan Computer, MP 3 player atau
Handphone. Selanjutnya anda mendownload program brainwave
entrainment tertentu sesuai dengan keperluan dan tujuan anda.
Program tersebut berupa music binaural [binaural beats] yang dapat
diformat dalam bentuk mp3. Selanjutnya beberapa tahapan berikut dapat
anda ikuti:
- Pilihlah tempat yang nyaman dan tidak banyak gangguan.
- Duduk dengan tegak tapi tidak tegang atau berbaring dengan nyaman.
- Pakai headphone dan nyalakan program binaural beats-nya pada frekwensi tertentu yang telah diatur.
- Atur pernafasan dengan pola nafas segitiga dan rambatan seperti yang diajarkan [dalam pelatihan]
- Setelah anda dalam posisi nyaman, mulailah memfokuskan perhatian pada pola nafas anda sambil mendengarkan binaural beats.
- Lakukan proses ini dalam waktu yang sesuai dengan programnya.
Untuk lebih jelasnya
tentang bagaimana metoda dan aplikasinya dapat anda ketahui dan
kuasai dalam pelatihan yang dilaksanakan. Ikuti pelatihannya dan anda
akan mendapatkan banyak manfaat.
5. PENUTUP
Stress adalah sesuatu
yang alami, ada dan akan menyertai dalam perjalanan kehidupan kita.
Kemampuan dalam mengantisifasi dan menanggulanginya merupakan sesuatu
keterampilan yang tidak semua orang mampu melakukaknnya. Melalui
kemampuan dalam pengelolaan stress, maka stress tidak lagi akan
membawa dampak yang negative, bahkan mungkin akan menjadi kekuatan
pendorong bagi kita untuk mampu meraih kesuksesan dalam kehidupan.
---------ooOoo---------
REFERENSI:
- Chris Christian, Stress reduction and exercise: Evidence Suggest Physical activity Lowers Stress Via Brain Chemicals.
- Carla Crepin-Swift, Stress Management for the Workplace: Understanding and Managing the Cause of Stress in the Organizations.
- Helpguide.org. Stress at Work: How to Reduce and Manage Job and Workplace Stress.
- Helpguide.org. Stress Management: How to Reduce, Prevent, and Cope With Stress.
- Mokhamad M. Dodi, Optimalisasi Potensi Diri melalui Olah Daya Samakta
- Mokhamad M. Dodi, Acceleration Mindpower [Modul pelatihan]
- Stressmanagementtips.com: Stress management in the Workplace.
- Workstressreduction.com: Stress Management in the Workplace: understanding Workplace Stress.
- vivanews. Com: Kapan stress bisa jadi penyakit?