Istilah Tenaga Dalam [Inner Power] sudah tidak asing lagi bagi kita dan masyarakat pada umumnya. Kebudayaan masyarakat kita sangat akrab dengan istilah tersebut walaupun tentunya memiliki pemaknaan yang berbeda. Tidak jarang istilah tenaga dalam dimaknai untuk hal-hal yang merujuk pada suatu bentuk kekuatan yang memiliki kemampuan sangat hebat dan berdimensi metafisik atau supranatural. Atau bisa saja orang memaknai tenaga dalam sebagai sebuah kekuatan yang diperoleh dari hasil rekayasa olah diri tanpa dikaitkan dengan dimensi ke-ghaib-an.
Sebagai sebuah istilah [konsep] yang terbuka, maka tidak ada masalah bagaimana orang akan mengartikan dan memaknai istilah tenaga dalam tersebut, mungkin itu berkaitan dengan berbagai latar belakang seperti budaya, wawasan, sudut pandang atau mungkin saja berkaitan dengan kepentingan tertentu. Oleh karena itu banyak ragam tanggapan dan pemaknaan tentang tenaga dalam, walaupun pada dasarnya tetap merujuk pada satu kesamaan pandangan tentang adanya suatu potensi dalam diri setiap individu, yaitu ‘suatu kekuatan yang hebat’ dan itu dapat kita berdayakan.
Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan Tenaga Dalam [Inner Power] tersebut? Pada tulisan ini saya memberikan pemaknaan tentang tenaga dalam dari sudut pandang dan kepentingan atau maksud yang ingin dicapai dalam penulisan ini. Tenaga dalam pada kesempatan ini saya maknai sebagai suatu potensi daya [kekuatan] yang ada dalam diri setiap individu sebagai bagian dari penciptaannya. Sumber dari daya atau kekuatan [power] itu tidaklah dikaitkan dengan hal-hal yang berdimensi supranatural, melainkan daya tersebut bersumber dari qudrat dan irodatnya Allah swt, yang ‘disimpan’ dalam bagian-bagian tertentu dalam tubuh dan diri kita. Sifat dari daya tersebut berupa ‘energy’ yang dapat diketahui dan dirasakan manfaatnya manakala sudah teraktualisasikan dan termanifestasikan dalam bentuk tindakan, perilaku atau keadaan tertentu sebagai perwujudan hasilnya. Oleh karena itu, daya [power] ini dikatakan sebagai sebuah potensi. Sebuah potensi akan dirasakan manfaatnya manakala sudah teraktualisasikan.
Selanjutnya bahwa daya [power] itu ada dalam diri kita maksudnya bahwa kekuatan tersebut pada hakekatnya bersumber dari Sang Pencipta dan ada dalam diri kita sebagai karunia atau sebagai amanah-Nya. Bukan bersumber dari unsur-unsur di luar penciptaan atau dari pihak [mahluk] lain. Bersumber dari dalam diri kita, maka dinamakan tenada dalam, tenaga dari dalam diri
.
Melalui pemaknaan tenaga dalam sebagai sebuah potensi yang dimiliki oleh setiap individu itu, maka mengetahui dan mampu memberdayakan potensi itu merupakan suatu upaya yang dapat dilakukan guna mendapatkan kebermanfaatan dari adanya potensi tersebut. Untuk maksud dan tujuan itulah saya memaknai istilah tenaga dalam sebagai suatu potensi daya yang dapat diberdayakan untuk kepentingan kemaslahatan dalam kehidupan kita, yang tentunya sesuai dengan tujuan hakiki dari keberadaan kita di dunia ini.
Lalu, bagaimana bentuk dari potensi tenaga dalam [inner power] itu? Dalam kaitannya untuk kepentingan pelatihan ‘program diri’ maka berikut saya kutip pendapat dari Ramez Session dalam tulisannya yang berjudul Inner Power. Menurut pendapatnya bahwa tenaga dalam [inner power] yang dimiliki setiap orang akan berbentuk seperti kekuatan atau energy yang ada dalam 10 bentuk seperti berikut:
1. Kekuatan konsentrasi [The Power of Concentration]
Konsentrasi merupakan kemampuan untuk memfokuskan perhatian pada satu objek atau pikiran tertentu, dan dalam waktu yang bersamaan pikiran dan perhatian kita mengabaikan segala sesuatunya yang tidak berhubungan dengan apa yang dipikiran dalam pikiran kita.
Ketika melakukan konsentrasi pada satu bentuk pikiran atau subjek tertentu maka secara langsung itu membangkitkan satu bentuk kekuatan [energy] mental dalam diri kita. Konsentrasi memiliki kekuatan yang lebih besar bila dibandingkan dengan hanya melakukan tindakan memfokuskan pikiran saja, dan konsentrasi mempunyai kekuatan dan mampu menghasilkan sesuatu yang hebat. Mungkin konsentrasi dapat disamakan dengan contoh seperti apabila kita menangkap sinar matahari dengan kaca pembesar, lalu mengarahkan pantulan cahayanya pada selembar kertas dan ternyata cahaya yang dipantulkan lewat kaca pembesar itu dapat membakar kertas yang disinarinya.
Kemampuan konsentrasi dapat dibangun melalui latihan khusus. Semakin anda giat berlatih dengan metoda yang benar, maka semakin kuat pula kemampuan konsentrasi anda.
2. Kekuatan Kemauan [Willpower]
Kekuatan kemauan merupakan satu bentuk kekuatan yang muncul dari dalam diri kita yang berkaitan dengan kemampuan untuk membuat suatu keputusan, mengambil tindakan dan menyelesaikan berbagai tugas, mengatasai berbagai hambatan atau kesulitan.
3. Disiplin Diri [Self-discipline]
Kekuatan tenaga dalam ini berwujud sebagai suatu bentuk kemampuan untuk dapat melupakan kenikmatan sesaat untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik atau tujuan yang lebih tinggi lagi. Ini merupakan suatu kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk dapat melakukan suatu tindakan, pemikiran dan perilaku yang dapat membimbingnya untuk menuju kesuksesan bagi orang tersebut
4. Kekuatan Imajinasi [The Power of Imagination]
Merupakan suatu bentuk kemampuan untuk merasakan pengalaman tentang berbagai hal dalam pikiran, tidak dalam dunia nyata. Imajinasi merupakan suatu bentuk kekuatan creative. Dengan melakukan latihan dan menggunakan kekuatan imajinasi ini dengan benar, kita dapat menciptakan dan menarik hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan, kemakmuran, kebahagiaan dan berbagai kondisi yang menyenangkan dan membahagiakan.
Imaginasi tidak terbatas hanya seperti melihat gambar dalam pikiran saja. Perasaan dan sensasasi yang bersumber dari panca indera juga disertakan dalam objek yang diimajinasikan.Mungkin pula kita dapat mengimajinasikan sesuatu yang berkaitan dengan bentuk suara, rasa, gambaran, sensasi fisik, perasaan dan emosi.
Kegiatan imajinasi tidak membuat seorang untuk menjadi seorang pemimpi atau penghayal. Justru pada sisi lain, imajinasi merupakan suatu kemampuan kreatif, kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan sebagai suatu media yang baik untuk melakukan program ulang tentang hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan atau suatu kondisi tertentu.
Imajinasi merupakan satu kekuatan yang besar yang mampu merubah kehidupan kita. Imajinasi biasanya dipakai dalam kepentingan kreatif visualisasi dan affirmasi. Kekuatan imajinasi dapat menciptakan dan merubah suatu situasi atau keadaan. Ketika anda mengetahui bagaimana anda dapat mempergunakannya maka anda dapat menjadikan segalanya menjadi kenyataan.
5. Kekuatan Motivasi [Motivation]
Motivasi merupakan suatu dorongan kekuatan dari dalam diri, yang mampu mengarahkan kita secara langsung terhadap upaya untuk mencapai satu maksud atau tujuan tertentu. Ketika kita akan menyelesaikan atau mencapai sesuatu misalnya, maka kita membutuhkan satu bentuk kekuatan yang mampu memberikan dorongan terhadap segala kemampuan yang kita miliki untuk menyelesaikan atau mewujudkan sesuatu tersebut, dan kekuatan yang kita butuhkan itu adalah apa yang dinamakan dengan motivasi. Jadi motivasi dapat dikatakan sebagai suatu dorongan yang kuat untuk mencapai suatu maksud atau tujuan tertentu.
6. Keuletan
Mungkin satu hal yang mudah apabila kita mengalami kesulitan atau kegagalan dalam berbagai upaya, kemudian kita menghentikan upaya kita itu dan membiarkan tujuan itu lepas dari pencapaiannya. Keuletan merupakan manifestasi dari kekuatan tenaga dalam yang kita miliki, sebagai suatu kekuatan untuk tetap berupaya walau dalam keadaan sulit, ketika dihadapkan dengan banyak hambatan atau kegagalan.
7. Ambisi [Ambition]
Harapan saja tidak cukup kuat untuk mewujudkan satu bentuk tindakan. Harapan merupakan satu bentuk keinginan yang lemah. Hanya sebuah keinginan yang kuat yang dapat mengirimkan satu bentuk pesan untuk diwujudkan dalam satu tindakan, mengikuti rencana dan mencapai tujuan kita.
8. Rasa Percayadiri [Self-confidence]
Ini merupakan suatu keyakinan terhadap kemampuan diri, keras dan kuat. Kepercayaan akan memberikan kekuatan untuk menyelesaikan segala sesuatunya, mencoba sesuatu yang baru dan mencapai keberhasilan.
9. Kontrol Diri
Merupakan suatu kemampuan yang dapat kita kuasai untuk dapat tampil tenang dan tidak mudah dipengaruhi oleh sikap mental yang emosional ketika dihadapkan pada berbagai situasi. Kemampuan untuk dapat tampil tenang dan tidak emosional ternyata merupakan suatu hal yang mampu menyelamatkan kita dari berbagai kondisi seperti dari masalah yang dihadapi, keadaan yang tidak mengenakan, ketakutan dan berbagai kekhawatiran. Kontrol diri dapat membantu kita untuk dapat menerima dengan tenang dan sabar terhadap sesuatu yang terjadi dalam perjalanan hidup kita. Kontrol diri mengarahkan kita pada keseimbangan dan kedamaian dalam diri kita.
10. Pikiran yang Damai [Peace of mind]
Satu keadaan pikiran yang penuh kedamaian adalah terbebas dari keruwetan dan berbagai pikiran yang mencemaskan. Pikiran yang damai memiliki kekuatan untuk menghasilkan berbagai hal hebat yang bermanfaat bagi kehidupan.
Selain dari sepuluh hal diatas, saya ingin menambahkan bahwa ada satu lagi yang sangat penting dari semuanya yaitu apa yang dinamakan dengan keyakinan atau dalam bahasa agama diistilahkan dengan nama keimanan. Tanpa adanya keyakinan yang tertanam dalam jiwa kita maka tidak akan ada kekuatan, dan pada hakekatnya kekuatan tenaga dalam itu adalah kekuatan yang bersumberkan dari keyakinan.
---------oo0oo---------

Tidak ada komentar:
Posting Komentar